Banyak Adegan Sadis, The End of Oak Street Bukan Film Petualangan untuk Tontonan Keluarga
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 13:43 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMereka berburu. Mereka menyerang.
Dan ketika manusia berada di hadapan mereka, manusia diperlakukan sebagai bagian dari rantai makanan.
Pendekatan seperti ini membuat dunia film terasa lebih realistis. Ketika T-Rex mengejar manusia, film tidak selalu memberi kesan bahwa makhluk tersebut sedang "melawan pahlawan". Yang terlihat justru seperti interaksi antara predator dengan mangsa.
Dalam hal ini, The End of Oak Street bahkan terasa lebih liar daripada franchise Jurassic Park.
Jurassic Park tentu memiliki adegan manusia dimangsa T-Rex dan dinosaurus lain. Namun Steven Spielberg sering menggunakan sugesti, editing, suara, dan reaksi karakter untuk membuat sebagian besar kematian terasa mengerikan tanpa harus memperlihatkan semuanya secara eksplisit.
The End of Oak Street mengambil pendekatan yang lebih langsung.
Ada darah. Ada tubuh yang terluka. Ada manusia yang benar-benar terlihat tidak berdaya ketika berhadapan dengan predator yang secara fisik berada jauh di atas mereka.
Hasilnya memang lebih mengerikan, tetapi sekaligus membuat dinosaurus terasa seperti binatang purba yang benar-benar berbahaya, bukan sekadar karakter CGI.
Sayangnya, konsep seperti ini datang terlalu terlambat. Masalah terbesar film ini justru bukan pada dinosaurusnya.
Masalahnya adalah konsep besarnya sudah tidak lagi terasa baru. Lingkungan modern bertemu dunia prasejarah, manusia berusaha bertahan hidup dari dinosaurus, keluarga menjadi pusat cerita, dan nuansa nostalgia era 1980-an merupakan kombinasi yang jelas mengingatkan kita pada karya-karya Spielberg, Jurassic Park, The Twilight Zone, sampai film-film Amblin.
Beberapa kritikus juga menilai film ini terlalu bergantung pada nostalgia dan pengaruh film-film Spielberg. Padahal premisnya sebenarnya sangat menarik.
Bayangkan jika film seperti ini dibuat pada era 1980-an atau awal 1990-an, ketika penonton belum pernah melihat dinosaurus digital dalam skala seperti sekarang.
Kemungkinan besar dampaknya akan jauh lebih besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!