'The Last Photograph': Visi Zack Snyder tentang Kehidupan yang Gelap, Berdarah, dan Indah
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 00:08 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSutradara Man of Steel, Zack Snyder tidak pernah benar-benar melihat dunia sebagai tempat yang terang.
Dalam film-filmnya, kehidupan hampir selalu berada di antara kehancuran dan keindahan. Tubuh manusia terluka, dunia runtuh, perang meninggalkan mayat, dan cinta sering kali hadir berdampingan dengan kehilangan. Tetapi di tengah semua itu, Snyder selalu menemukan satu hal yang membuatnya terus memotret: keindahan.
Trailer penuh "The Last Photograph" yang telah dirilis memperlihatkan bentuk paling personal dari kecenderungan tersebut.
Tidak ada pasukan Spartan seperti dalam 300. Tidak ada superhero seperti Man of Steel. Tidak ada dunia mitologi seperti Rebel Moon. Kali ini Snyder membawa obsesinya terhadap kekerasan, manusia, kehidupan dan kematian ke sebuah thriller yang jauh lebih kecil skalanya.
Namun secara visual, ini tetap sangat Snyder. Dan mungkin justru karena skalanya kecil, obsesinya terhadap gambar menjadi semakin terlihat.
Snyder Memotret Dunia yang Tidak Ramah
The Last Photograph berkisah tentang Ethan Black (Stuart Martin), mantan agen DEA yang pergi ke pegunungan Amerika Selatan untuk mencari keponakannya setelah orang tua mereka dibunuh.
Ia kemudian bekerja sama dengan seorang fotografer perang bermasalah, Joe Wallace (Fra Fee), satu-satunya orang yang pernah melihat wajah para pembunuh. Perjalanan keduanya membawa mereka semakin jauh dari peradaban dan secara perlahan mengaburkan batas antara kenyataan dan sesuatu yang lebih surreal.
Dari premis tersebut saja, terlihat bahwa Snyder kembali pada tema yang berkali-kali muncul dalam karyanya: manusia yang dipaksa memasuki dunia penuh kekerasan untuk menemukan sesuatu yang telah hilang.
Tetapi kali ini musuh terbesar bukan sekadar orang bersenjata.
Ada masa lalu.
Ada trauma.
Ada rasa bersalah.
Dan ada kenyataan bahwa manusia yang mengejar kekerasan pada akhirnya dapat berubah menjadi bagian dari kekerasan itu sendiri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!