Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Garuda Shield 2026 di Baturaja Hadirkan Penerjun dari Lima Negara

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 14:22 WIB | Oleh:
Garuda Shield 2026 di Baturaja Hadirkan Penerjun dari Lima Negara Doc: ANTARA/HO-Puspen TNI
Ket. Personel gabungan lintas negara menjalani terjun status penyerbuan lewat udara dalam ajang Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Daerah Latihan Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Jumat (4/9).

BATURAJA -- Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, menghadirkan ratusan penerjun payung dari lima negara, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Prancis.

Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Letnan Jenderal TNI Mohamad Naudi Nurdika dalam keterangan tertulis diterima ANTARA di Palembang, Sabtu, mengatakan bahwa aksi penerjunan yang menegangkan dan memukau itu bertujuan memastikan setiap tahapan manuver udara berlangsung aman, presisi, serta sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Operasi udara multinasional ini mengerahkan enam armada pesawat tempur utama untuk mendukung penerjunan pasukan.

Dukungan logistik dan angkut udara tersebut dipasok dari dua armada, yakni dua unit pesawat Hercules C-130 milik TNI, serta tiga unit pesawat Hercules C-130 dan satu unit pesawat tanker/kargo KC-130 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force).

Ratusan personel militer yang terlibat dalam skenario ini diterjunkan secara statis dari ketinggian 1.200 kaki secara bergantian di atas area pendaratan Baturaja.

Adapun rincian prajurit yang melompat dari pesawat meliputi 110 prajurit TNI asal Indonesia, 147 prajurit Amerika Serikat, 40 prajurit India, 17 prajurit Jepang, dan enam prajurit dari Prancis.

Kegiatan airborne gabungan ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kemampuan taktis infiltrasi pasukan dari udara langsung menuju wilayah sasaran musuh.

Selain mengasah kemampuan teknis, latihan ini berfungsi sebagai sarana vital untuk menyelaraskan prosedur operasi lintas negara serta menguji kesiapsiagaan cepat gabungan dalam merespons berbagai potensi krisis atau situasi kontingensi di kawasan.

Penyelenggaraan SGS 2026 kali ini mengusung tema "Komando Gabungan Bersama melaksanakan Operasi Gabungan Multinasional di Wilayah Jakarta, Bandung, Lampung, Baturaja dan Kalimantan Utara dalam rangka memelihara perdamaian dan menjaga stabilitas keamanan di kawasan".

"Tema ini menegaskan bahwa cakupan latihan tahun ini sangat luas dan terintegrasi di berbagai titik strategis Indonesia," kata Dankodiklat.

Kekuatan dan skala Latgabma Super Garuda Shield 2026 kian solid dengan partisipasi aktif dari 21 negara pengirim pasukan latihan.

Negara-negara yang mengirimkan tentaranya mencakup Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Secara keseluruhan, rangkaian operasi dan keterlibatan internasional ini membuktikan komitmen kuat TNI bersama Komando Indo-Pasifik AS dalam meningkatkan interoperabilitas serta kesiapsiagaan tempur bersama.

"Latihan ini sekaligus menjadi wujud nyata diplomasi pertahanan Indonesia untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan kedamaian di seluruh kawasan Indo-Pasifik," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.