Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Tidak Menular ke Indonesia, Kasus Flu Burung Meningkat dan Australia Wajibkan Karantina Unggas

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 16:47 WIB | Oleh:
Semoga Tidak Menular ke Indonesia, Kasus Flu Burung Meningkat dan Australia Wajibkan Karantina Unggas Doc: Antara foto/Reuters
Ket. Ilustrasi - Seekor burung camar bertengger pada papan tanda dengan latar kapal feri di Sydney, Australia, pada Selasa (10/12/2019).

ISLAMABAD - Negara bagian Victoria, Australia, akan mewajibkan para peternak unggas untuk menempatkan burung dalam kandang karena meningkatnya kasus terdeteksi flu burung H5N1.

Hal itu menjadikan Victoria sebagai wilayah pertama di Australia yang memberlakukan kebijakan tersebut, menurut laporan Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Jumat.

Kewajiban untuk mengandangkan unggas tersebut merupakan perluasan dari kebijakan yang sebelumnya bersifat sukarela. Aturan itu akan berlaku bagi siapa pun yang memelihara lebih dari 50 ekor burung dan diberlakukan selama 14 hari sebagai tahap awal.

Menteri Pertanian Victoria, Michaela Settle, menyebut langkah tersebut sebagai tindakan proaktif dan pencegahan agar unggas ternak tidak bersentuhan dengan satwa liar yang berpotensi terinfeksi virus.

Kepala Petugas Veteriner Victoria, Graeme Cook, mengatakan temuan kasus flu burung baru di Yambuk, Apollo Bay, dan Clyde telah mendorong pemerintah setempat untuk memperkuat respons terhadap wabah tersebut, seiring dengan menyebarnya virus yang terus terdeteksi di wilayah baru negara bagian itu.

Sementara itu, Kepala Petugas Veteriner Australia, Beth Cookson, mengatakan pada Jumat bahwa hasil pengujian telah mengonfirmasi 20 kasus deteksi positif baru di Victoria. Seluruhnya melibatkan burung dara laut jambul besar (greater crested tern) di kawasan Portland dan Nelson.

Menurut laporan ABC News, Australia kini telah mencatat 175 deteksi H5N1 yang dikonfirmasi atau diduga positif berdasarkan sampel yang telah diuji.

Namun demikian, pihak berwenang Australia mengatakan hingga kini belum ditemukan kasus pada unggas ternak maupun dalam sistem produksi pertanian Australia. Risiko terhadap manusia juga masih dinilai sangat rendah.

Kekhawatiran terkait penyebaran H5N1 tersebut turut mendorong Royal Adelaide Show membatalkan pameran burung dan unggas yang dijadwalkan pada bulan depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Nasional
Perlindungan Satwa Harus Ja...
Advertisement
5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.