Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Anjlok Lagi Ke Level 6.200, Imbas Panas Suku Bunga AS dan Geopolitik Dunia

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 16:52 WIB | Oleh:
IHSG Anjlok Lagi Ke Level 6.200, Imbas Panas Suku Bunga AS dan Geopolitik Dunia Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Ket. Ilustrasi - Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6).

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore, ditutup turun mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia, dipicu oleh ekspektasi kenaikan inflasi dan suku bunga acuan di tingkat global.

IHSG ditutup melemah 76,30 poin atau 1,20 persen ke posisi 6.298,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,68 poin atau 9,92 persen ke posisi 623,26.

"IHSG dan bursa regional Asia cenderung tertekan seiring tekanan koreksi yang terjadi di penutupan Wall Street Amerika Serikat (AS) dan bursa di Eropa,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, Nico mengatakan koreksi pada bursa global dipicu oleh lonjakan imbal hasil obligasi AS, kekhawatiran inflasi, serta meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak serta ekspektasi The Fed akan lebih agresif.

Sebelumnya, beberapa pejabat The Fed menyuarakan kekhawatiran yang lebih luas terkait risiko inflasi yang terus berlanjut, dengan mengatakan bahwa kenaikan suku bunga lagi kemungkinan diperlukan, serta mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.

Selain itu, harga minyak mentah yang tinggi juga meningkatkan risiko inflasi, setelah Iran meragukan kemajuan dalam pembicaraan perdamaian di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar negosiasi antara AS dengan Iran.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Teheran tidak akan pernah menyerah kepada AS, namun tetap terbuka untuk dialog dan diplomasi sambil menetapkan syarat untuk kembali melakukan negosiasi.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington, AS, di tengah ketidakpastian yang terus berlanjut mengenai perpanjangan gencatan senjata perdagangan antara AS dengan China.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan bahwa AS dan China telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata perdagangan mereka selama dua bulan hingga 10 Januari 2026.

Namun, China secara publik belum mengkonfirmasi tanggal berakhirnya gencatan senjata tersebut, dan perpanjangan tersebut kurang dari perpanjangan 3-6 bulan yang sebelumnya disarankan oleh beberapa pejabat AS.

Meskipun ekspektasi terkait pertemuan puncak antara Trump dan Xi tetap moderat, namun pertemuan itu diperkirakan akan membahas kecerdasan buatan, Iran, Taiwan, serta hubungan ekonomi yang lebih luas, seiring kedua pihak yang berupaya menjaga stabilitas dalam hubungan bilateral.

Dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung dibayangi oleh tingginya risiko global, seperti lonjakan imbal hasil obligasi global, fluktuasi harga minyak, serta ketegangan geopolitik.

Meskipun Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuannya pada September 2026, namun BI masih dihantui ancaman global seperti kenaikan suku bunga global, ketidakpastian harga minyak, serta masalah geopolitik.

“Di dalam negeri sendiri, situasi tidak kalah menantang karena laju pertumbuhan ekonomi melambat, belanja masyarakat lesu, dan rupiah terus dibayangi risiko melemah akibat penguatan mata uang dolar AS serta keluarnya dana investor asing,” ujar Nico.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.