Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Yogyakarta Punya Cara Tak Biasa Kenalkan Politik ke Pelajar, Simak Konsepnya

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 07:18 WIB | Oleh:
Pemkot Yogyakarta Punya Cara Tak Biasa Kenalkan Politik ke Pelajar, Simak Konsepnya Doc: Antara foto/HO-Dinas Kominfosan Yk
Ket. Tahap penyisihan Olimpiade Demokrasi tingkat pelajar SMA, SMK dan MA di Kota Yogyakarta.

YOGYAKARTA - Pemkot Yogyakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengenalkan politik dan demokrasi kepada kalangan pelajar SMA sederajat di wilayah tersebut melalui gelaran Olimpiade Demokrasi.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Yogyakarta Polana Setiya Hati di Yogyakarta, Rabu, mengatakan ajang yang berlangsung 22 hingga 28 September 2026 ini dikemas dalam bentuk kompetisi agar pelajar dapat belajar sekaligus mengasah kemampuan mereka.

"Intinya untuk bisa memberikan insight dan peningkatan kapasitas serta awareness kepada generasi muda, khususnya pelajar Kota Yogyakarta, agar bisa lebih memahami apa itu politik, seluk-beluknya terkait politik, demokrasi, dan tentu tata kelola kenegaraan," katanya.

Menurut dia Olimpiade Demokrasi bagi pelajar jenjang SMA sederajat ini menjadi cara menarik mengenalkan politik sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap berbagai persoalan kenegaraan.

Dia mengatakan antusiasme sekolah mengikuti Olimpiade Demokrasi cukup tinggi, pada tahap penyisihan pada 22 September, tercatat 52 tim dari 30 sekolah SMA, SMK, dan MA sederajat di Kota Yogyakarta turut menjadi bagian dari kegiatan itu.

Sebelum mengikuti ujian tulis, setiap tim telah mengumpulkan tulisan berupa narasi atau opini dengan tema "Demokrasi dan Pelajar", yang hasil nilainya digabungkan dengan nilai ujian tulis untuk menentukan lima besar untuk melaju ke babak final.

"Materinya meliputi sejarah kebangsaan Indonesia, sistem kenegaraan yang mencakup eksekutif, legislatif dan yudikatif, pengetahuan umum demokrasi, serta isu-isu terkini terkait politik," katanya.

Melalui Olimpiade Demokrasi tersebut, Pemkot Yogyakarta ingin menjadikan demokrasi bukan sekadar materi yang dipelajari di ruang kelas, tetapi juga pengetahuan yang dekat dengan kehidupan pelajar.

Selain itu, kata dia, juga semakin banyak generasi muda yang memahami hak, kewajiban, serta perannya dalam kehidupan demokrasi dan bernegara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.