Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dolar AS Ngamuk Lagi, Rupiah Terjun Bebas Lewati Rp17.900, Ini Pemicunya

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 16:58 WIB | Oleh:
Dolar AS Ngamuk Lagi, Rupiah Terjun Bebas Lewati Rp17.900, Ini Pemicunya Doc: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Ket. Arsip - Pekerja menghitung uang dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta.

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis sore kembali bergerak melemah sebesar 98 poin atau 0,55 persen ke level Rp17.916 per dolar AS, Kamis (24/9). 

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi Purchasing Managers' Index (PMI) AS yang tumbuh kuat.

“Sentimen global masih menjadi faktor utama yang menekan rupiah hari ini. Dolar AS menguat setelah data Flash PMI AS September menunjukkan aktivitas bisnis tumbuh cukup kuat, dengan Composite PMI naik menjadi 58,4 dari 56,0 pada Agustus dan menjadi level tertinggi sejak Juli 2021,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Data tersebut menunjukkan momentum ekonomi AS masih solid, lanjutnya, sementara tekanan biaya dan inflasi juga masih persisten sehingga ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang relatif ketat tetap terjaga.

Kondisi ini dinilai membuat dolar AS dan aset berbasis dolar tetap menarik, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Melihat sentimen domestik, sentimen berasal dari keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen dan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui optimalisasi berbagai instrumen moneter.

“Posisi cadangan devisa yang masih kuat di sekitar 146,5 miliar dolar AS juga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu menjaga ketahanan eksternal,” ungkap Amru.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.893 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.803 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Sekjen Desak Pengaturan “...
Advertisement
Fenomena "Sound Horeg" Seniman Jatim Akui Sekarang Sudah Kelewat Batas!

Fenomena "Sound Horeg" Seniman Jatim Akui Sekarang Sudah Kelewat Batas!

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.