Satusehat Diperbarui, Masyarakat Bisa Cek Data Kesehatan Pribadi
📅 Rabu, 05 Agu 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim PenulisSejumlah provinsi dengan cakupan tertinggi, katanya, seperti Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Banten, dan Lampung.
Kemudian, terkait tindak lanjut CKG, katanya, data Sistem Informasi di tiga puskesmas menunjukkan tata laksana hipertensi berkisar 43-62 persen.
Meski cakupan lebih tinggi dari 2025, Endang menyebutkan bahwa masih ada tantangan berupa ketidaktahuan publik tentang CKG, keengganan untuk memeriksakan diri karena takut hasil pemeriksaan, atau karena sibuk sehingga tidak sempat.
Pihaknya juga mengingatkan publik untuk mengikuti CKG setiap tahunnya, karena dengan CKG, dapat mengetahui kondisi yang muncul dari yang sebelumnya tidak ada.
Dia mencontohkan, pada 2025, ada sekitar 36 juta orang yang tidak punya diabetes melitus. Dari 36 juta orang itu, sebanyak 8,39 juta diperiksa lagi pada 2026, dan 188 ribu di antaranya ternyata sudah terkena diabetes.
Dalam kesempatan yang sama, Pakar Kesehatan dari Universitas Indonesia (UI) dr Iwan Ariawan mengatakan, kalau ketidaktahuan akan kondisi kesehatan dibiarkan saja, diperkirakan pada 2035 kasus hipertensi yang memburuk menjadi penyakit kardiovaskular ada sekitar 5,9 juta.
“Tapi kalau dengan CKG, ini bisa kita kurangin 30 persen. Yang lain sudah terlanjur karena sudah hipertensi sebelumnya, sudah tidak terkendali sebelumnya,” katanya. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!