Bantu Warga Terdampak Kemarau, Kalteng Guyur 74.000 Liter Air Bersih
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 15:31 WIB | Oleh: Deri HenriawanPALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah mendistribusikan hingga sebanyak 74.450 liter air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak kesulitan air bersih atau kekeringan akibat kemarau.
"Penyaluran bantuan air bersih tersebut menjadi langkah penting di tengah kondisi kemarau," kata Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya, Rabu (2/9).
Distribusi air bersih dilakukan menyasar sejumlah daerah yang mengalami keterbatasan atau kesulitan air bersih. Hingga kemarin (1/9), bantuan sudah didistribusikan ke sejumlah titik di Kota Palangka Raya, Kabupaten Barito Utara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur hingga Murung Raya.
Di Kota Palangka Raya, distribusi dilakukan di Desa Rindang Banua (Puntun) sebanyak 250 liter untuk 10 Kepala Keluarga (KK) dan Desa Petuk Ketimpun sebanyak 4.000 liter untuk 164 KK.
Di Kabupaten Barito Utara, sebanyak 12.000 liter air bersih disalurkan ke Desa Pendreh untuk 850 KK. Selanjutnya, Kabupaten Lamandau menerima 10.000 liter untuk wilayah Nanga Bulik.
Sementara di Kabupaten Seruyan, bantuan sebanyak 4.000 liter disalurkan kepada 64 KK di Desa Sungai Undang. Kabupaten Murung Raya, bantuan air bersih disalurkan ke Desa Danau Usung sebanyak 1.200 liter.
Distribusi terbesar sementara dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan total 43.000 liter yang disalurkan ke enam desa, yakni Parebok Barat 5.000 liter, Karya Karet 5.000 liter, Karya Kelapa 5.000 liter, Basirih 5.000 liter, Lempuyang 5.000 liter dan Jaya Kelapa 18.000 liter.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan distribusi air bersih terus dilakukan ke wilayah yang mengalami kekurangan air. Data penyaluran hingga saat ini masih bersifat sementara dan terus diperbarui sesuai perkembangan suplai di lapangan.
Bantuan diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari. Di sisi lain pemprov juga terus berupaya melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!