Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

GAPMMI: Industri Pangan Harus Tingkatkan Standar Mutu demi Daya Saing

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 17:53 WIB | Oleh:
GAPMMI: Industri Pangan Harus Tingkatkan Standar Mutu demi Daya Saing Doc: Fi Asia Indonesia
Ket. Direktur South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center LRI PGKH IPB: Puspo Edi Giriwono; Ketua GAPMMI: Adhi S. Lukman; dan Regional Portfolio Director (ASEAN) Informa Markets: Rose Chitanuwat, dalam konferensi pers Food Ingredients Asia Indonesia 2026 di Jakarta pada hari Kamis (2/7).

JAKARTA – Pameran industri bahan pangan Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 akan kembali digelar pada 16–18 September 2026 dengan mengusung tema "Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future". Ajang ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri, inovator, akademisi, dan pemerintah untuk mendorong peningkatan kualitas pangan yang lebih sehat, aman, dan ramah lingkungan.

Perubahan ekspektasi konsumen menjadi salah satu alasan utama penyelenggaraan Fi Asia Indonesia tahun ini. Produk makanan dan minuman kini tidak hanya dinilai dari cita rasa dan daya tahannya, tetapi juga dari manfaat kesehatan, transparansi informasi, serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.

Penyelenggara menilai kondisi tersebut menuntut transformasi industri pangan agar mampu menghadirkan produk berkualitas sekaligus memenuhi standar keberlanjutan yang semakin tinggi.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Ir. Adhi S. Lukman, mengatakan peningkatan standar mutu pangan kini menjadi kebutuhan strategis bagi industri nasional. Industri makanan dan minuman tidak lagi cukup hanya memenuhi regulasi minimum.

“Ke depan, pelaku usaha harus secara aktif meningkatkan standar kualitas, keamanan pangan, dan nilai gizi produknya agar dapat menjawab tantangan kesehatan masyarakat sekaligus menjaga daya saing industri," ujar Adhi dalam acara konferensi pers Food Ingredients Asia Indonesia 2026 di Jakarta pada hari Kamis (2/7).

Menurutnya, kolaborasi antara industri, regulator, dan lembaga ilmiah menjadi faktor penting agar peningkatan standar tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan. Ia menambahkan, sinergi tersebut tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan serta keberlanjutan sektor pangan nasional.

Urgensi peningkatan standar pangan juga didukung oleh data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjukkan pangan tidak aman masih menjadi penyebab ratusan juta kasus penyakit setiap tahun. “

Sementara itu, Direktur South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center LRI PGKH IPB, Dr. Puspo Edi Giriwono, menilai peningkatan kualitas pangan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari produksi hingga konsumsi (from farm to table). Inovasi berbasis sains memegang peranan penting dalam meningkatkan keamanan dan mutu pangan.

"Meningkatkan standar mutu dan keamanan pangan berarti memperkuat kontrol terhadap bahan baku, formulasi, dan proses produksi. Tujuannya bukan hanya memastikan pangan aman dikonsumsi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kesehatan, perekonomian, dan perdagangan jangka panjang," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi pengolahan yang lebih baik, penggunaan bahan baku berkualitas, hingga sistem jaminan mutu berbasis data dapat membantu menurunkan risiko keamanan pangan sekaligus meningkatkan kandungan gizi produk.

Regional Portfolio Director ASEAN Informa Markets, Rose Chitanuwat, mengatakan Fi Asia Indonesia 2026 dirancang bukan sekadar menjadi pameran dagang, tetapi juga platform yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pangan.

"Fi Asia Indonesia 2026 hadir sebagai platform strategis yang menghubungkan inovasi, kepemimpinan industri, dan keberlanjutan dalam satu ekosistem pangan. Dengan mempertemukan pemimpin industri, inovator, dan pembuat kebijakan, kami ingin mendukung transformasi menuju industri pangan yang lebih sehat, lebih hijau, dan lebih tangguh," ucapnya Rose.

Pameran tahun ini ditargetkan diikuti sekitar 700 merek internasional dengan lebih dari 24.000 pengunjung dari berbagai negara. Selain menghadirkan lebih dari 10 Country Pavilions, Fi Asia Indonesia 2026 juga akan diikuti sejumlah negara baru seperti Kanada, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Uni Eropa.

Penyelenggara juga menghadirkan New Speciality Pavilions yang mencakup kategori Beverage Ingredients, Natural Ingredients, serta New Business, sebagai upaya memperluas peluang kolaborasi dan inovasi di sektor pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG: El Nino Sangat Kuat S...
Daerah
Kementerian PU Laksanakan O...

AMI Awards 2026 Umumkan 67 Kategori Nominasi

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
AMI Awards 2026 Umumkan 67 ...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.