Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabupaten Lanny Jaya Diguyur Hujan Es Saat Kemarau, Hasil Bumi Rusak Parah

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 15:27 WIB | Oleh:
Kabupaten Lanny Jaya Diguyur Hujan Es Saat Kemarau, Hasil Bumi Rusak Parah Doc: ANTARA/Pixabay.com

JAYAPURA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, menyebut tiga distrik terdampak bencana hujan es yang menyebabkan kerusakan tanaman pertanian dan mengancam ketersediaan pangan masyarakat.

Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom dalam siaran pers di Jayapura, Rabu (2/9), mengatakan tiga distrik yang terdampak bencana tersebut yakni Distrik Kuyawage, Wano Barat, dan Goa Baliem.

“Hari ini kita sudah sampai di batas ujung jalan Kuyawage, Wano Barat dan Goa Baliem yang terdampak bencana hujan es,” katanya.

Menurut Aletinus, bencana hujan es yang terjadi kali ini memiliki dampak cukup besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama karena sebagian besar warga di wilayah tersebut bergantung pada sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Intensitas hujan es yang terjadi dinilai lebih tinggi dibandingkan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga kondisi tersebut menyebabkan tanaman dan perkebunan masyarakat mengalami kerusakan hingga berpotensi mengalami gagal panen," ujarnya.

Dia menjelaskan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menyalurkan bantuan sebanyak 82 ton beras kepada warga di tiga distrik tersebut.

"Bantuan beras itu berasal dari pemerintah pusat melalui program ketahanan pangan dan disalurkan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana," katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya sangat memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat karena bantuan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama setelah kerusakan pertanian membuat hasil perkebunan tidak dapat dipanen secara maksimal.

“Selain itu kami juga telah menyiapkan langkah penanganan di bidang kesehatan dengan membentuk tim yang akan diterjunkan ke wilayah terdampak. Serta Tenaga medis akan memberikan pelayanan kesehatan dasar sekaligus memantau kondisi masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan," ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...

Target vokasi nasional 2026

1 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Target vokasi nasional 2026
Daerah
Pemeriksaan hewan dan pemba...
Advertisement
PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.