Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

88 Santri Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Dirawat, 31 SPPG di Sidoarjo Belum Punya Izin

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 15:57 WIB | Oleh:
88 Santri Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Dirawat, 31 SPPG di Sidoarjo Belum Punya Izin Doc: Istimewa
Ket. BGN masih menunggu hasil uji laboratorium terkait makanan yang disajikan, yang mana hasilnya diperkirakan akan selesai dalam waktu paling cepat satu minggu.

SURABAYA - Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan sebanyak 88 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Sidoarjo, korban dugaan keracunan makanan pada Selasa (1/9) masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah setempat.

"Tersisa 88 orang yang masih di rawat di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo sejak Selasa (1/9). Jadi total korban dari pihak ponpes sebanyak 566 santri, sisanya sebanyak 478 santri sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Subandi usai mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9).

Dikutip dari Antara, menurutnya, kondisi mayoritas santri yang masih dalam penanganan medis saat ini dalam kondisi yang relatif stabil.

Ia menegaskan bahwa sejak terjadinya kejadian tersebut, seluruh santri korban keracunan telah ditangani dengan baik oleh pihak rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta di wilayah setempat.

SPPG Kali Tengah yang melayani Ponpes Manba'ul Hikam dan sejumlah lembaga pendidikan lain, dinyatakan telah mengantongi izin. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menemukan bahwa terdapat 31 SPPG di wilayah Sidoarjo yang belum memiliki izin.

"Total SPPG yang beroperasi di Sidoarjo sebanyak 170, 31 di antaranya belum mengantongi izin. Temuan ini sudah kami laporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) agar ditindaklanjuti sehingga kejadian serupa tidak terulang dan tidak mengganggu program prioritas pemerintah yang baik," kata Subandi.

Sementara itu, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BGN Sudaryono terkait kejadian tersebut.

Ia menyatakan, pihak BGN telah menerbitkan surat penghentian sementara (suspend) operasional di SPPG terkait sejak hari ini Rabu (2/9) untuk pelaksanaan investigasi terkait kejadian tersebut.

"Akan ada investigasi dari BGN pusat apakah akan ada suspend ringan atau berat terkait operasional SPPG tersebut," kata Teguh.

Teguh juga menegaskan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terkait makanan yang disajikan, yang mana hasilnya diperkirakan akan selesai dalam waktu paling cepat satu minggu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
Negara G7 Mengutuk Serangan...
Luar Negeri
California Umumkan Darurat ...
Luar Negeri
Topan Dujuan Terjang Wilaya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.