Kubu Raya Siaga Kekeringan, 40 Tandon Air Mulai Disebar ke Desa-Desa
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 15:22 WIB | Oleh: Deri HenriawanPONTIANAK - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyiapkan 40 tandon berkapasitas 2.000 liter air bersih yang akan didistribusikan secara proporsional ke sejumlah kecamatan guna membantu warga yang terdampak kekeringan.
"Saya minta besok sudah didistribusikan," kata Bupati Kubu Raya Sujiwo usai memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (2/9).
Menurut dia, distribusi puluhan tandon tersebut merupakan langkah awal pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan air bersih masyarakat di tengah dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Ia menginstruksikan camat bersama kepala desa melakukan pemetaan secara faktual terhadap daerah yang mengalami kesulitan air agar penempatan tandon benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Pak Camat harus memetakan secara riil, secara nyata, secara fakta. Misalnya dapat sepuluh tandon, di mana titik-titik yang harus diletakkan," ujarnya.
Sujiwo menegaskan bantuan tidak boleh hanya terpusat pada wilayah tertentu, melainkan harus menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Selain menangani krisis air bersih, ia meminta seluruh perangkat daerah terlibat aktif dalam penanganan dampak kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya.
Menurut dia, kondisi tersebut telah menjadi persoalan kemanusiaan sehingga membutuhkan kerja sama seluruh unsur pemerintah untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
"Ketika kita bicara tentang misi kemanusiaan, semua bidang, semua badan, semua dinas, semua perangkat daerah itu masuk. Kita sudah bicara tentang penyelamatan rakyat," katanya.
Sujiwo juga mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong di tengah situasi bencana. Ia juga meminta masyarakat tetap bersabar, memperbanyak doa, dan bersama-sama berikhtiar menghadapi dampak kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
"Keselamatan rakyat itu nomor satu. Keselamatan rakyat itu hukum tertinggi," kata Sujiwo. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!