Paus Leo XIV Soroti Krisis Ceuta, Spanyol Desak Solidaritas Uni Eropa
📅 Selasa, 04 Agu 2026, 03:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SIa mengingatkan bahwa Spanyol selama ini selalu membantu negara anggota lain ketika menghadapi krisis migrasi, termasuk saat Italia mengalami lonjakan migran di Pulau Lampedusa.
"Ketika Italia menghadapi krisis migrasi di Lampedusa, Spanyol selalu menunjukkan solidaritas, baik secara politik maupun praktis. Kini kami mengharapkan hal yang sama dari negara-negara Eropa lainnya," ujarnya.
Krisis bermula pada akhir Juli ketika sekitar 60.000 migran dari Maroko memasuki Ceuta hanya dalam waktu 24 jam. Jumlah tersebut sangat besar mengingat populasi kota otonom itu hanya sekitar 85.000 jiwa.
Lonjakan migran memaksa pemerintah Spanyol mengerahkan tambahan personel kepolisian, Garda Sipil, dan militer untuk memperketat pengamanan perbatasan.
Pemerintah juga memasang penghalang terapung di kawasan pantai Tarajal guna mencegah penyeberangan melalui jalur laut.
Aparat keamanan terus melakukan patroli dan mengidentifikasi para migran sebelum menjalankan proses deportasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Otoritas Spanyol melaporkan jumlah korban meninggal akibat gelombang penyeberangan ilegal meningkat menjadi 72 orang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!