Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK Ungkap Dugaan Penyimpangan Pengadaan Notifikasi Perbankan di BRI dan Telkom

📅 Rabu, 24 Jun 2026, 15:20 WIB | Oleh:
KPK Ungkap Dugaan Penyimpangan Pengadaan Notifikasi Perbankan di BRI dan Telkom Doc: RRI/Chairul Umam
Ket. Jubir KPK, Budi Prasetyo

JAKARTA – KPK mengungkap dugaan pengondisian vendor dalam pengadaan layanan notifikasi perbankan di BRI dan Telkom Indonesia. Dugaan tersebut menjadi bagian dari penyidikan kasus korupsi yang saat ini masih terus berjalan.

Jubir KPK, Budi Prasetyo, menyebut dugaan itu menjadi fokus penyidikan pengadaan notifikasi perbankan melalui SMS dan WhatsApp. "Ada dugaan proses pengadaan yang dilakukan dalam pengadaan barang dan jasa ini adanya pengondisian dalam proses PBJnya," kata Budi dalam keterangannya, Rabu (24/6).

Menurut Budi, penyidikan dilakukan setelah KPK menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) pada 5 Juni 2026. Sprindik itu terkait pengadaan layanan notifikasi perbankan di BRI dengan PT Telkom sebagai penyedia layanan.

"Penyidikan perkara berkaitan dengan pengadaan notifikasi perbankan di PT BRI di mana penyedianya adalah PT Telkom. Notifikasi perbankan ini juga ada dua skema, ada yang melalui SMS dan ada juga melalui aplikasi WhatsApp, keduanya juga didalami," ujar dia.

KPK menduga terdapat penyimpangan dalam sejumlah tahapan pengadaan barang dan jasa. Dugaan tersebut meliputi proses perencanaan, penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), hingga mekanisme pemilihan penyedia yang dilakukan terbuka.

"Pengadaan barang dan jasa itu idealnya ada proses perencanaan, penyusunan HPS, kemudian proses lelang yang dilakukan secara terbuka. Hal tersebut untuk meminimalisasi adanya penunjukan pihak tertentu tanpa melalui mekanisme pengadaan yang semestinya," kata Budi.

KPK juga akan mendalami informasi mengenai dugaan penunjukan langsung vendor dalam pengadaan layanan notifikasi perbankan tersebut. "Ya nanti itu akan didalami," ujarnya.

Diketahui, KPK memulai penyidikan dugaan korupsi pengadaan layanan notifikasi perbankan di PT BRI dan PT Telkom Indonesia. Penyidikan baru ini dilakukan setelah KPK menemukan indikasi penyimpangan dalam proyek layanan notifikasi perbankan tersebut.

KPK menjelaskan, penyidikan masih menggunakan surat perintah penyidikan (sprindik) umum. Karena itu, proses pengumpulan alat bukti dan pendalaman terhadap para pihak terkait masih terus dilakukan.

Dalam tahap awal penyidikan, KPK menduga terdapat kerugian keuangan negara yang nilainya cukup besar. Dugaan kerugian tersebut diperkirakan mencapai hampir Rp2 triliun.

KPK belum mengungkap lebih lanjut konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang akan dimintai keterangan dalam penyidikan tersebut. Informasi lebih rinci akan disampaikan setelah proses penyidikan berkembang. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Nasional
Karya Jurnalistik Terancam ...
Luar Negeri
Putin Telepon Trump, Tekank...
Advertisement
Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.