Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Dilanda Kekeringan, Pramono Anung Genjot Modifikasi Cuaca dan Bantuan Air

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 18:40 WIB | Oleh:
Jakarta Dilanda Kekeringan, Pramono Anung Genjot Modifikasi Cuaca dan Bantuan Air Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap sejumlah wilayah di Jakarta mulai mengalami kekeringan, termasuk wilayah Cilandak, Jakarta Selatan. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus mengurangi dampak kekeringan.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap sejumlah wilayah di Jakarta mulai mengalami kekeringan, termasuk wilayah Cilandak, Jakarta Selatan. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus mengurangi dampak kekeringan.

Pramono mengatakan kekeringan di Jakarta terlihat dari sejumlah sumur warga yang mulai mengering. Salah satu wilayah yang mengalami kondisi tersebut berada di Cilandak, Jakarta Selatan.

"Untuk yang sumur kering di Cilandak (Jakarta Selatan) itu. Jadi, beberapa kekeringan yang terjadi memang ada dan terjadi," ujar Pramono kepada wartawan di Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan upaya modifikasi cuaca atau operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam beberapa hari terakhir. Langkah tersebut dilakukan dengan harapan dapat memicu turunnya hujan di wilayah Jakarta yang terdampak kekeringan.

Namun, pelaksanaan modifikasi cuaca menghadapi kendala karena kondisi awan di wilayah Jakarta saat ini sangat minim. Pramono menyebut ketersediaan awan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan intervensi cuaca untuk menghasilkan hujan.

"Karena memang sekarang ini kami kemarin beberapa hari yang lalu termasuk yang mencoba untuk melakukan OMC ataupun intervensi untuk bisa hujan. Tetapi memang awannya itu lagi hampir nggak ada," ungkapnya.

Pramono menjelaskan upaya penyemaian awan bahkan telah dilakukan sebanyak lima kali sorti menggunakan pesawat jenis Cessna dan Caravan. Meski demikian, rangkaian upaya tersebut belum berhasil menghasilkan hujan di Jakarta sehingga kondisi kekeringan masih perlu diantisipasi.

"Bahkan minggu lalu hari Jumat itu lima kali kita lima sorti pakai Cessna, karavan, dan nggak bisa hujan. Dan saya berharap mudah-mudahan apa, sekarang ini harapannya ada awan dan kemudian bisa hujan supaya kekeringan itu bisa kita kurangi," tuturnya.

Minimnya awan menjadi tantangan tersendiri bagi Pemprov DKI dalam menjalankan modifikasi cuaca. Karena itu, pemerintah daerah masih berharap kondisi atmosfer mendukung dengan munculnya bibit awan yang dapat diintervensi untuk membantu mendatangkan hujan.

Di tengah upaya modifikasi cuaca yang belum membuahkan hasil optimal, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan langkah lain untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan tersebut dilakukan dengan mendistribusikan air menggunakan tangki ke wilayah yang membutuhkan.

Pramono mengatakan pemerintah daerah akan membantu daerah-daerah yang mengalami kekurangan air dengan memanfaatkan armada tangki yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap dapat dipenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.

"Tetapi bagi daerah-daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah, pemerintah DKI Jakarta membantu dengan air. Dengan tangki-tangki yang ada kita bantu," ungkapnya.

Selain Cilandak, Pramono menyebut terdapat dua kelurahan lain yang mengalami kondisi serupa. Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan bantuan air untuk masyarakat di wilayah tersebut sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan.

"Termasuk dua, bukan hanya di mana tadi? Cilandak, tetapi ada dua kelurahan lagi yang mengalami hal yang sama. Kami memberikan bantuan air untuk itu," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Brasil dan AS Bakal Kembali...
Luar Negeri
Irak Wanti-wanti Pihak Luar...
Advertisement
Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini

Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.