Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perpusnas Gandeng ITB Buat 50 Komik Berbasis Naskah Kuno Nusantara

📅 Senin, 21 Sep 2026, 17:25 WIB | Oleh:
Perpusnas Gandeng ITB Buat 50 Komik Berbasis Naskah Kuno Nusantara Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Ketua Kelompok Kerja Pengelolaan Naskah Nusantara, Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas Aditia Gunawan (paling kiri) dalam taklimat media tentang merawat ingatan kolektif bangsa di Gedung Perpusnas Salemba, Jakarta Pusat, Senin (21/9).

JAKARTA - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI terus berupaya mendekatkan warisan sejarah kepada generasi muda dan masyarakat internasional melalui alih wahana 50 naskah kuno Nusantara menjadi komik kekinian. 

Ketua Kelompok Kerja Pengelolaan Naskah Nusantara, Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas Aditia Gunawan mengatakan pihaknya menyiapkan 50 komik berbasis naskah Nusantara yang telah dipilih berdasarkan nilai sejarah dan budaya, termasuk naskah yang telah masuk dalam ingatan kolektif dunia atau daftar memory of the world.

"Naskah ini sudah menjadi bagian dari memory of the world. Jadi kalau dunia tahu, masa' orang Indonesia tidak tahu?," katanya di Jakarta, Senin (21/9).

Aditia menyebutkan 50 komik tersebut mencakup sejumlah naskah dan kisah Nusantara, antara lain La Galigo karya Syekh Yusuf Al-Makassari, kisah Tuanku Imam Bonjol, dan Cerita Panji.

Program tersebut juga diarahkan untuk menjangkau pembaca di luar Indonesia. Dari 50 bahan bacaan yang disiapkan, 25 diantaranya diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris.

Pemilihan naskah mempertimbangkan bagaimana kisah dalam naskah kuno dapat dikemas agar lebih mudah dipahami anak-anak. Oleh karena itu isi naskah tidak disajikan secara berat, tetapi dikembangkan menjadi cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan penggambaran cerita yang memperlihatkan aktivitas sederhana, seperti anak bersama ibunya pergi ke pasar atau bersama neneknya mengambil buah, agar anak-anak dapat mengenal isi naskah tanpa harus berhadapan langsung dengan bentuk teks kuno yang sulit dipahami.

"Jadi, aspek-aspek yang ramah serta dekat dengan kehidupan sehari-hari yang kami perkenalkan. Kami ingin bahwa semua dunia bisa tahu kisah di Nusantara itu seperti apa, Syekh Yusuf seperti apa, dan lain sebagainya," ujar Aditia Gunawan.

Perpusnas juga tengah menjalin komunikasi dengan UNESCO agar komik dan buku anak berbasis naskah Nusantara tersebut dapat disebarluaskan melalui platform UNESCO.

Pengembangan komik juga dilakukan bersama mitra dari Institut Teknologi Bandung (ITB), khususnya bidang desain komunikasi visual dan seni rupa. Pustakawan Perpusnas turut berperan melakukan kurasi untuk memastikan isi dan ilustrasi tetap sesuai dengan sumber sejarah.

"Kalau ada yang agak terlalu melenceng dari sejarah, kami yang mengkurasi juga untuk keakuratan dan ketepatan dalam hal sumber," ucap Aditia.

Program alih wahana tersebut telah mendapatkan respons dari pembaca digital. Komik-komik yang tersedia melalui aplikasi iPusnas disebut telah dibaca hampir 40.000 orang yang mengakses situs-situs Perpusnas.

Selain komik, Perpusnas sebelumnya juga telah menerbitkan 25 komik dan buku anak seri Babad Diponegoro dalam Bahasa Inggris. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Perpusnas untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia kepada pembaca internasional.

"Melalui alih wahana, karya-karya yang ditulis ratusan tahun lalu dapat tetap dibaca oleh masyarakat masa kini dalam bentuk yang lebih dekat dengan karakter pembaca," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
RI Dorong ASEAN Tancap Gas ...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.