Melebihi Angka Nasional, Penurunan Stunting Samarinda Capai 17 Persen
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 13:14 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SAMARINDA – Hasil penurunan stunting diKota Samarinda sangat sukses. Samarinda mampu menekan prevalensi stunting hingga menyentuh angka 17,1 persen pada tahun 2025. Capaian ini membuktikan efektivitas program intervensi lokal, sekaligus sukses melampaui target penurunan stunting nasional pada 2026 sebesar 18,8 persen.
"Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting di Samarinda merosot tajam dari 24,7 persen pada 2020 menjadi 17,1 persen pada 2025. Ini berarti kita telah melampaui target nasional tahun ini yang dipatok 18 persen," ujar Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, di Samarinda, Jumat.
Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai program lokal yang masif. Saefuddin berharap inovasi Gerakan Ketua RT Sepuluh Ribu Cegah Stunting (GERET BUNTING) dapat direplikasi di seluruh kelurahan se-Kota Samarinda.
"Kita berjuang bersama agar stunting di Samarinda bisa turun hingga nol persen,” tegas Wakil Wali Kota.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran keluarga penerima manfaat agar bantuan dan edukasi yang diberikan benar-benar diterapkan di rumah tangga masing-masing.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat luas, untuk terus bergandengan tangan menuntaskan persoalan stunting di Kota Samarinda," kata Saefuddin dalam acara Penutupan Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (OTA GENTING) dan Gerakan Ketua RT Sepuluh Ribu Cegah Stunting (GERET BUNTING) di Aula Kelurahan Lempake, Samarinda.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani, memaparkan target jangka panjang Pemkot Samarinda dalam menuntaskan persoalan ini.
“Pemerintah Kota Samarinda menargetkan penurunan angka stunting dapat mencapai 14 persen pada tahun 2030, dan terus ditekan hingga menyentuh 5 persen pada tahun 2045 mendatang,” ungkap Deasy.
Sebaiknya Anda baca juga:
Deasy menjelaskan bahwa OTA GENTING merupakan gerakan gotong royong masyarakat untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Program ini menyasar ibu hamil berisiko stunting serta keluarga kurang mampu melalui skema bantuan dari para orang tua asuh.
Hasil realisasi program ini pun di luar ekspektasi. Dari target awal sebanyak 2.126 sasaran, program tersebut justru berhasil menjangkau 2.776 sasaran yang tersebar di 10 kecamatan. Total nilai bantuan swadaya yang berhasil dihimpun mencapai Rp352.600.000.
Atas capaian tersebut, Deasy menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra kerja serta para Ketua RT yang telah berkomitmen penuh menjadi orang tua asuh dalam program GERET BUNTING, khususnya di Kelurahan Lempake.
Apresiasi senada juga datang dari Kepala BKKBN Kalimantan Timur, Sunarto. Ia menyebut inovasi GERET BUNTING di Kelurahan Lempake sebagai gerakan sosial yang sangat inspiratif.
Menurutnya, gerakan swadaya Rp10 ribu dari para Ketua RT mengandung makna gotong royong yang sangat berharga demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!