Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sleman Selalu Stabil, Tak Ada Masalah, Jangan Khawatir

1 Senin, 21 Sep 2026, 12:57 WIB | Oleh:
Sleman Selalu Stabil, Tak Ada Masalah, Jangan Khawatir Sleman Selalu Stabil, Tak Ada Masalah, Jangan Khawatir Doc: ist
Ket. sleman aman

SLEMAN - Harga komoditas bahan pokok di Sleman, khususnya Pasar Potrojayan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), senantiasa stabil, tidak ada masalah.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan dirinya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman dan pengurus pasar telah melakukan pengecekan secara langsung terhadap harga bahan pokok di pasar tersebut.

"Tadi kalau kita lihat beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) normal ya. Kemudian bawang merah juga normal," katanya seusai berkeliling Pasar Potrojayan, Sleman, Senin.

Ia menyebut harga komoditas bawang merah cukup bervariasi, tetapi tetap sesuai dengan acuan atau Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp32 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

"Bawang merah tadi ada yang Rp32 ribu (per kilo) ada yang Rp35 ribu, itu kan harga acuannya Rp39 ribu," ujar dia. Menurut dia, komoditas lainnya seperti cabai besar juga relatif stabil dengan harga Rp50 ribu per kilogram, di bawah harga acuan sebesar Rp55 ribu.

Namun, lanjutnya, harga komoditas cabai rawit di Pasar Potrojayan cenderung lebih tinggi dari harga acuan. "Memang cabai rawit agak naik tadi ya, Rp70 ribu (per kilogram) dari harga acuannya seharusnya Rp57 ribu," katanya.

Ia juga menyebut harga komoditas telur berada di angka Rp26 ribu per kilogram dengan harga acuan sebesar Rp27 ribu, serta harga daging ayam sebesar Rp38 ribu dari harga acuan Rp40 ribu per kilogram.

"Ayam tadi Rp38 ribu (per kilogram), harga acuannya Rp40 rubu. Jadi harga masih bagus dan memang harga itu mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET)," ujar dia.

Ia menjelaskan konsep HET bertujuan untuk mempertemukan harga yang sesuai antara produsen atau penjual dengan konsumen atau pembeli. "Jadi kalau harga terlalu rendah itu juga kasihan produsennya, tapi kalau harga di atas HET juga tidak bagus untuk konsumen," katanya.

Ia mengimbau para pedagang menyesuaikan harga bahan pokok sesuai dengan HET agar tidak merugikan konsumen, tetapi juga dapat menyejahterakan petani maupun peternak.

"Jadi harga harus yang wajar, konsumen tidak dirugikan tetapi juga jangan terlalu rendah karena biaya produksinya juga tinggi. Sehingga peternak telur atau ayam misalnya, itu terus dapat menjalankan usahanya," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.