Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bathing Carnival Bhutan 2026 Padukan Tradisi Air, Budaya, dan Wisata Alam

2 Senin, 21 Sep 2026, 18:47 WIB | Oleh:
Bathing Carnival Bhutan 2026 Padukan Tradisi Air, Budaya, dan Wisata Alam Bathing Carnival Bhutan 2026 Padukan Tradisi Air, Budaya, dan Wisata Alam Doc: Departemen Pariwisata Bhutan
Ket. Permainan di air menjadi salah satu aktivitas dalam Bathing Carnival Bhutan. Festival ini kembali digelar 6–8 November 2026 di PemaGatshel, memadukan tradisi air, aktivitas alam, budaya lokal, olahraga, dan hiburan.

Bathing Carnival Bhutan 2026 Padukan Tradisi Air, Budaya, dan Wisata Alam

JAKARTA—Bhutan bersiap menggelar kembali Bathing Carnival Bhutan (BCB), festival yang memadukan tradisi budaya, aktivitas air, olahraga, hiburan, dan pengalaman alam. Edisi kedua festival tersebut akan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Telung, Nganglam, PemaGatshel, Bhutan bagian timur.

Penyelenggaraan Bathing Carnival Bhutan digelar oleh Departemen Pariwisata Bhutan, Kementerian Industri, Perdagangan dan Ketenagakerjaan, bersama Administrasi PemaGatshel Dzongkhag. Penetapan waktu pelaksanaan tahun ini mempertimbangkan agenda Proyek 108 di Gelephu Mindfulness City (GMC), sekaligus menghormati arti penting inisiatif tersebut.

Mulai 2027, Bathing Carnival Bhutan direncanakan menjadi agenda tahunan yang berlangsung setiap 1–3 November di Telung, PemaGatshel.

Festival tiga hari tersebut mengusung tema “Celebrating the Joy of Water” atau merayakan kegembiraan air. Tema ini mengambil inspirasi dari Thruebab, tradisi Bhutan yang dikenal sebagai Hari Hujan Berkah, serta kebiasaan masyarakat setempat menggunakan air alami yang dipercaya telah diberkahi.

Dalam tradisi Bhutan, air memiliki makna yang berkaitan dengan kehidupan, pembaruan, kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Praktik mandi menggunakan air yang diberkahi secara tradisional dikaitkan dengan penyucian diri dan pembaruan, sekaligus menjadi bagian dari perayaan bersama masyarakat.

Edisi pertama Bathing Carnival Bhutan digelar bertepatan dengan perayaan Thruebab. Pada penyelenggaraan kedua, festival dilaksanakan setelah perayaan tersebut, tetapi tetap membawa semangat tradisi yang berkaitan dengan air dan pembaruan.

Di Telung, tradisi tersebut dikemas dalam format festival kontemporer yang mempertemukan aktivitas air, olahraga, budaya lokal, hiburan, serta kegiatan komunitas. Lanskap alam PemaGatshel menjadi bagian penting dari pengalaman festival.

Aktivitas Air hingga Pertunjukan Cahaya

Bathing Carnival Bhutan menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat diikuti pengunjung dari berbagai usia. Sejumlah aktivitas yang dijadwalkan antara lain tarik tambang air, mandi bersama, perang air, serta lomba estafet menggunakan ember berisi air.

Pengunjung juga dapat mengikuti permainan keterampilan seperti menembak balon, lempar cincin, dan kompetisi water balloon throwball. Pada malam hari, festival akan menghadirkan pertunjukan laser light show.

Bagi pengunjung yang tertarik dengan aktivitas alam, tersedia pula kegiatan fly fishing mahseer hunt. Selain itu, pengalaman kuliner lokal dihadirkan melalui bamboo mat dining.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menggabungkan rekreasi dengan pengalaman budaya dan interaksi dengan masyarakat setempat. Festival juga menjadi salah satu cara memperkenalkan PemaGatshel sebagai kawasan wisata di Bhutan timur yang relatif belum banyak dikenal wisatawan internasional.

Aspek budaya menjadi bagian lain dari Bathing Carnival. Pengunjung dapat menjelajahi pasar lokal serta menyaksikan demonstrasi pembuatan kerajinan dan produk tradisional, termasuk Tsatshi Buram, permen gula khas setempat.

Festival juga menampilkan pembuatan Dung dan Jaling, dua alat musik tradisional Bhutan. Rangkaian kegiatan budaya dilengkapi Valley Fruit Feast dan tarian bersama sebagai penutup festival.

PemaGatshel dan Lanskap Bhutan Timur

Dzongdag atau Gubernur PemaGatshel, Singay Dorji, mengatakan penyelenggaraan kedua Bathing Carnival Bhutan akan menghadirkan lebih banyak aktivitas, hiburan, dan program budaya.

“Bathing Carnival Bhutan berkembang menjadi sesuatu yang benar-benar istimewa, menghadirkan kebahagiaan dan makna melalui alam serta perayaan kebersamaan,” ujar Singay.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Nasional
Kaster TNI Pimpin Serah Ter...
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.