Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia pada Jumat Pagi

5 Jumat, 31 Jul 2026, 08:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
IQAir: Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia pada Jumat Pagi IQAir: Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia pada Jumat Pagi Doc: ANTARA 
Ket. Ilustrasi - Suasana lanskap kota yang diselimuti polusi udara di Jakarta. Kualitas udara Jakarta pada Kamis (9/7/2026) pagi berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.30 WIB tidak sehat bagi kelompok sensitive.  

JAKARTA – Kualitas udara Jakarta pada Jumat (31/7) pagi, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB menempati peringkat keempat terburuk di dunia.

Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 147, yang menjadikannya masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Masyarakat pun dianjurkan untuk menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Kinshasa, Republik Demokratik Kongo dengan indeks kualitas udara di angka 174.

Kemudian, di urutan kedua diikuti Kumpala, Uganda dengan indeks kualitas udara di angka 154 dan di urutan ketiga diikuti Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara juga di angka 151.

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama yang tengah dijalankan untuk memperbaiki kualitas udara.

Pertama, perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI.

Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta telah mencapai 92 persen, menempatkan Jakarta di posisi ke-17 dunia dan peringkat kedua di ASEAN setelah Singapura.

Lebih lanjut, sektor transportasi saat ini menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta. Karena itu, Pramono pun telah menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030.

"Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu," kata Pramono saat menghadiri acara Townhall Meeting yang membahas isu dan solusi mengatasi polusi udara di Melting Pop, M Bloc, Kebayoran Baru, Selasa (10/2).

Selain transportasi, sektor pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI dengan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.

"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Dinas Pekerjaan Umum Lebak ...
Nasional
Demi Keberlanjutan JKN, BPJ...
Daerah
Perum Bulog: Sulawesi Tenga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan Kepada Pengunjung Sidang

Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan Kepada Pengunjung Sidang

05 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.