Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas-Kementan Fasilitasi Distribusi Cabai Demi Stabilkan Harga

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 16:06 WIB | Oleh:
Bapanas-Kementan Fasilitasi Distribusi Cabai Demi Stabilkan Harga Doc: ANTARA/HO-Bapanas
Ket. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa (tengah) memantau stok dan harga komoditas cabai.

JAKARTA -- Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan fasilitas distribusi cabai rawit dari daerah surplus menuju wilayah defisit guna menekan gejolak harga dan menjaga pasokan nasional.

"Fluktuasi harga cabai rawit segera diatasi pemerintah dengan mengupayakan mobilisasi stok dari daerah yang surplus ke daerah defisit," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Dia menyampaikan salah satu yang akan dilaksanakan adalah program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Upaya itu dilaksanakan pemerintah secara kolaboratif bersama para Champion Cabai dan cukup ampuh menekan harga cabai.

Ketut menuturkan upaya mengatasi fluktuasi harga cabai perlu terus diterapkan. Bapanas dan Kementerian Pertanian akan menjalin koneksi agar FDP dapat dijalankan guna menyasar ke daerah yang sedang mengalami dinamika harga yang fluktuatif.

Dia mencontohkan untuk komoditas cabai rawit, pihaknya mendapatkan informasi di Kediri, Jawa Timur, saat ini terdapat dinamika harga dan pasokan yang perlu segera direspons oleh pemerintah, dalam hal ini Bapanas.

"Karena itu, kami ingin berkoneksi kembali dengan teman-teman Kementan untuk melihat wilayah mana yang dapat kita dukung melalui FDP," kata Ketut.

Ia menegaskan pelibatan petani Champion Cabai yang dibina Kementan memegang andil penting dalam upaya penstabilan harga cabai rawit.

Berkat kolaborasi erat, kata dia, pasokan cabai rawit dengan harga yang terjangkau yang kemudian diguyur ke daerah yang berfluktuasi dapat menjadi faktor penekan harga.

"Misalkan di daerah di luar Jawa yang harganya relatif masih terjangkau, sehingga kita bisa FDP ke wilayah-wilayah yang harganya tinggi. Kita undang kembali para petani champion kita untuk membantu distribusikan ke wilayah-wilayah yang harganya relatif tinggi," ujar Ketut.

Adapun dalam catatan Bapanas, FDP cabai rawit yang telah terlaksana pada triwulan pertama tahun 2026 totalnya mencapai 5.590 kilogram (kg). Data itu terdiri dari mobilisasi stok cabai rawit dari Enrekang, Sulawesi Selatan, ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta sebesar 3.150 kg.

Kemudian ke Lombok Tengah serta Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, masing-masing 1.140 kg dan 1.300 kg.

Implikasi positifnya pada April 2026 terjadi penurunan inflasi, termasuk pada komponen harga bergejolak (volatile food) atau inflasi pangan.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (STO) Kementan Sudi Mardianto memastikan produksi cabai rawit nasional tetap mencukupi hingga akhir tahun sehingga pasokan diyakini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Sudi menyampaikan produksi cabai rawit nasional pada September diperkirakan mencapai sekitar 119 ribu ton sehingga menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pasokan selama beberapa bulan mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.