Kuba Dilanda Pemadaman Listrik Besar Ketujuh, Krisis Makin Parah
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim PenulisHavana - Kuba pada Sabtu (19/9) berupaya memulihkan aliran listrik setelah mengalami pemadaman besar ketujuh sepanjang tahun ini, ketika negara yang dipimpin pemerintahan komunis tersebut menghadapi berbagai persoalan akibat blokade bahan bakar oleh Amerika Serikat (AS).
Pemadaman listrik nasional terbaru itu merupakan yang ke-12 sejak akhir 2024. Perusahaan listrik negara Kuba, UNE, mengatakan pemadaman terjadi setelah gangguan pada jaringan transmisi yang diperparah oleh "kondisi cuaca yang tidak stabil".
Pemadaman awalnya melanda lima provinsi di wilayah timur Kuba, termasuk Havana, sebelum kemudian meluas ke seluruh negeri.
UNE mengatakan sebanyak 48 persen pelanggan di Havana telah kembali mendapatkan aliran listrik pada Sabtu.
"Pemulihan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kondisi yang memungkinkan," kata UNE melalui platform X.
Pada pemadaman listrik terakhir pada awal Agustus, perusahaan membutuhkan waktu 36 jam untuk memulihkan aliran listrik sepenuhnya.
Kuba, yang berpenduduk lebih dari sembilan juta jiwa, selama ini menghadapi pemadaman listrik berulang akibat buruknya kondisi pembangkit listrik tenaga termal yang telah menua.
Namun, situasi memburuk secara signifikan sejak Januari ketika Washington memberlakukan blokade energi secara de facto terhadap Kuba sebagai upaya menekan pemerintahan komunis di Havana.
Kelangkaan bahan bakar yang parah menyulitkan pasokan energi ke pembangkit listrik dan generator cadangan Kuba yang umumnya menggunakan diesel impor.
"Masalah datang silih berganti: tidak ada air, tidak ada gas untuk memasak, tidak ada listrik," kata guru sekolah Lidia Fernandez kepada AFP pada Jumat setelah menyelesaikan pekerjaannya.
"Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana kami belum menjadi gila," tambah perempuan berusia 36 tahun itu dengan nada kesal.
Dalam beberapa pekan terakhir, pemadaman listrik di ibu kota berlangsung lebih dari 30 jam. Sementara di sejumlah provinsi di luar Havana, pemadaman terkadang berlangsung lebih dari 60 jam.
Pemadaman juga berdampak pada pasokan air dan jaringan telepon seluler di Kuba, sementara kondisi kehidupan secara umum sangat sulit bagi masyarakat.
Pemerintah Kuba menyalahkan krisis tersebut pada berbagai langkah sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat, sedangkan Washington menyebut kesulitan tersebut disebabkan buruknya pengelolaan di dalam negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!