Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapal Induk Pertama Indonesia Eks Giuseppe Garibaldi Italia Akan Bernama KRI Gajah Mada

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 00:02 WIB | Oleh:

Analisis ini kemudian membahas lima aspek utama dari akuisisi tersebut, yaitu:

kesiapan infrastruktur di Lampung, alasan strategis Italia menghibahkan kapal, 

tantangan kemampuan operasional, dampaknya terhadap keseimbangan kekuatan di kawasan, serta berbagai tantangan yang masih harus diselesaikan sebelum kapal benar-benar siap beroperasi penuh.

Berpacu dengan Waktu: Lanal Lampung Disiapkan Menjadi Markas Kapal Induk Pertama Indonesia

Pangkalan Angkatan Laut (Lanal Lampung), bersama fasilitas pendukung di Lanal Ratai, telah ditetapkan sebagai pangkalan utama KRI Gajah Mada. Keputusan ini memicu pembangunan infrastruktur besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya di kompleks pangkalan TNI AL tersebut.

Salah satu pekerjaan utama adalah pengerukan dasar laut agar kedalamannya mampu menampung kapal berbobot sekitar 13.850 ton saat bermuatan penuh. Kedalaman ini jauh melebihi kebutuhan kapal fregat maupun korvet yang selama ini dioperasikan TNI AL.

Selain itu, dermaga juga diperlebar dan diperkuat. Struktur tambatan harus mampu menahan beban kapal induk agar tidak terjadi kerusakan saat proses sandar.

Jaringan listrik di pangkalan juga sedang ditingkatkan secara signifikan. Kapal induk membutuhkan pasokan listrik besar untuk menopang berbagai sistem saat berada di dermaga, mulai dari pendingin ruangan, sistem pendukung operasional hingga fasilitas penerbangan di dek.

Pembangunan juga berlangsung di Pulau Kelagian, meliputi markas komando, fasilitas sandar tambahan, serta pusat kendali yang akan mengintegrasikan kapal induk ke dalam struktur Komando Armada Barat TNI AL.

Pada awal Juni 2026, TNI AL telah melakukan inspeksi terhadap seluruh proyek tersebut sebagai bagian dari evaluasi kesiapan sebelum kapal tiba.

Namun, para analis mengingatkan bahwa waktu yang tersedia sangat singkat. Proyek seperti pengerukan pelabuhan, penguatan dermaga, dan peningkatan jaringan listrik biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan.

Jika pembangunan tidak selesai sebelum Oktober, Indonesia berisiko menghadapi situasi yang cukup strategis: kapal induk pertama sudah tiba, tetapi pangkalan utamanya belum siap digunakan.

Karena itu, TNI AL juga menyiapkan beberapa pangkalan pendukung lain agar seluruh sistem logistik kapal tidak bergantung pada satu lokasi saja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
  • Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal
    Preview komentar:
    Ulasan mengenai sinergi antara asosiasi pembudi daya dan ...
  • Bukan Sekadar Bisnis, Pertamina Serius Jaga Kelestarian Laut di Sulawesi
    Preview komentar:
    Langkah PT Pertamina Trans Kontinental dalam melibatkan 26 ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81
Advertisement
hut ri 81
BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.