Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Mutiny': Balas Dendam Brutal Jason Statham di Kapal Kargo

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 04:45 WIB | Oleh:
'Mutiny': Balas Dendam Brutal Jason Statham di Kapal Kargo Doc: Istimewa
Ket. Mutiny mungkin tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru dalam genre aksi. Namun, dengan kapal sebagai arena utama dan Statham sebagai mesin penghancur yang bergerak tanpa banyak basa-basi, film ini masih memiliki formula yang cukup efektif untuk penggemar laga.

LOS ANGELES — Jason Statham kembali dengan film laga yang menempatkan kekuatan fisik, kecepatan, dan efisiensi membunuh sebagai daya tarik utama. Dalam Mutiny, Statham berperan sebagai Cole Reed, mantan polisi London yang kini bekerja sebagai pengawal pribadi dan terlibat dalam aksi balas dendam setelah bosnya, seorang taipan pelayaran, dibunuh.

Dari Variety, film garapan Jean-François Richet ini mengambil formula klasik film aksi: seorang pria melawan sekelompok penjahat dalam ruang yang terbatas. Bedanya, kali ini medan pertempurannya adalah kapal kargo raksasa.

Konsep tersebut mengingatkan pada tradisi "Die Hard di lokasi berbeda", seperti Speed yang memindahkan formula ke bus, Air Force One ke pesawat, atau Under Siege ke kapal perang.

Mutiny kemudian mengembangkan formula tersebut menjadi "Die Hard di kapal kargo".

Cole bukan tipe pahlawan yang membutuhkan waktu lama untuk menghabisi lawan. Pertarungan berlangsung singkat dan brutal. Ia menghantam kepala, mematahkan lengan, menggunakan benda-benda di sekitarnya sebagai senjata, hingga memanfaatkan kait gembok untuk melukai lawan.

Dalam satu adegan, Cole bahkan mampu melumpuhkan beberapa penyerang hanya dalam hitungan detik. Gerakannya cepat dan langsung, tanpa koreografi pertarungan panjang.

Gaya tersebut menjadi salah satu ciri utama Mutiny. Film ini tidak terlalu tertarik memperlihatkan duel panjang. Yang ditawarkan justru eksekusi cepat dengan ritme yang sangat terukur.

Bahkan, ulasan Variety menyebut gaya bertarung Statham membuat film ini seperti versi "Die Easy" dari formula Die Hard.

Cerita bermula di Bangkok. Tibu Campallo, pengusaha pelayaran Thailand yang sudah pensiun, merayakan penjualan perusahaannya. Tibu memiliki hubungan dekat dengan Cole dan keduanya bahkan memiliki hobi bermain catur bersama.

Namun, pesta tersebut berubah menjadi tragedi.

Saat Cole mengantar Tibu pulang, mereka diserang. Tibu tewas, sementara Cole menyadari bahwa kematian bosnya bukan sekadar aksi kriminal biasa.

Polisi kemudian terlibat dan perlahan terungkap adanya konspirasi yang lebih besar. Film juga membuat penonton mempertanyakan keterlibatan sejumlah orang di sekitar Tibu, termasuk putranya yang diperankan Chaneil Kular.

Penyelidikan Cole membawanya ke kapal kargo Artemis. Di sana, ia menemukan fakta yang membuat kasus pembunuhan tersebut jauh lebih besar daripada persoalan balas dendam.

Di dalam kontainer kapal, Cole menemukan manusia yang diselundupkan dari Thailand, termasuk anak-anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Uzbekistan Kemas Air Mineral 5 Liter Berbentuk Dumbbell

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Uzbekistan Kemas Air Minera...
Nasional
BMKG: Hari Ini Berpotensi T...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.