Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapal Induk Pertama Indonesia Eks Giuseppe Garibaldi Italia Akan Bernama KRI Gajah Mada

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 00:02 WIB | Oleh:

Rudal pertahanan udara Sea Sparrow dan Aspide, meriam Oto Melara Dardo, tabung torpedo, hingga rudal antikapal Otomat telah dilepas sebelum proses transfer.

Artinya, Indonesia hanya akan menerima platform kapal beserta sistem propulsi dan fasilitas dasarnya. Seluruh sistem tempur harus dipasang kembali melalui program modernisasi yang diperkirakan berlangsung bertahun-tahun.

Salah satu aset paling berharga yang tetap dipertahankan adalah empat mesin turbin gas GE-Avio LM2500 berkekuatan sekitar 81.000 tenaga kuda, yang mampu mendorong kapal melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.

Di sektor penerbangan, tantangan yang dihadapi Indonesia jauh lebih besar.

Saat masih aktif di Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi mampu mengoperasikan sekitar 16 pesawat, termasuk jet tempur lepas landas pendek dan mendarat vertikal (V/STOL) AV-8B Harrier.

Kini Indonesia harus menentukan arah pengembangan kemampuan udaranya. Pilihannya adalah membeli pesawat tempur V/STOL yang mahal atau mengembangkan konsep kapal induk berbasis helikopter dan pesawat tanpa awak.

Sejauh ini, berbagai indikasi menunjukkan Indonesia cenderung memilih opsi kedua.

TNI AL diketahui telah membangun replika dek penerbangan berukuran sekitar 180 x 33 meter di Pangkalan Udara Angkatan Laut Juanda, Sidoarjo. Fasilitas itu digunakan untuk melatih pengoperasian helikopter AS565 Panther di atas kapal induk.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun pertama, sayap udara KRI Gajah Mada kemungkinan akan difokuskan pada operasi helikopter untuk logistik, evakuasi medis, pencarian dan penyelamatan, serta komando dan pengendalian.

Selain itu, muncul pula laporan bahwa Indonesia tertarik mengoperasikan drone tempur Bayraktar TB3 buatan Turki yang memang dirancang mampu beroperasi dari kapal induk atau kapal serbu amfibi.

Apabila rencana itu terealisasi, Indonesia dapat membangun konsep operasi yang lebih hemat biaya dibandingkan mengoperasikan jet tempur berawak dari kapal induk.

Di bidang sumber daya manusia, tantangannya tidak kalah besar.

Sekitar 100 personel TNI AL dijadwalkan mengikuti pelatihan khusus di Italia, termasuk selama pelayaran kapal menuju Indonesia. Namun, untuk mengoperasikan kapal induk secara penuh dibutuhkan lebih dari 500 awak dengan keahlian khusus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
  • Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal
    Preview komentar:
    Ulasan mengenai sinergi antara asosiasi pembudi daya dan ...
  • Bukan Sekadar Bisnis, Pertamina Serius Jaga Kelestarian Laut di Sulawesi
    Preview komentar:
    Langkah PT Pertamina Trans Kontinental dalam melibatkan 26 ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81
Advertisement
hut ri 81
BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.