Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dua Bulan Lagi Indonesia Punya Kapal Induk, Giuseppe Garibaldi Dijadwalkan Tiba 20 September

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 07:10 WIB | Oleh:
Dua Bulan Lagi Indonesia Punya Kapal Induk, Giuseppe Garibaldi Dijadwalkan Tiba 20 September Doc: Istimewa
Ket. Menurut Kementerian Pertahanan, biaya untuk membawa kapal tersebut ke Indonesia adalah 54 juta euro.

JAKARTA - Indonesia mengumumkan bahwa kapal induk bekas Angkatan Laut Italia, Garibaldi, akan tiba pada 20 September, dengan rincian rencana pangkalan di Lampung dan biaya perbaikan. 

Dikutip dari Naval News, pada Senin (20/7), Kementerian Pertahanan Indonesia mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai rencana pengalihan kapal induk bekas Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi, dalam sebuah pertemuan dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia.

Menurut kementerian, kapal tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September dan akan berlabuh di Teluk Ratai di Lampung, provinsi paling selatan Pulau Sumatera, yang menghadap Selat Sunda. Target 20 September ini sejalan dengan laporan sebelumnya bahwa pemerintah Indonesia menginginkan kapal induk tersebut tiba sebelum 5 Oktober, kemungkinan agar dapat ikut serta dalam perayaan Hari Angkatan Bersenjata Indonesia.

Untuk mengakomodasi kapal tersebut, pekerjaan telah dimulai untuk meningkatkan pangkalan angkatan laut dan fasilitas pendukung yang ada di teluk, dengan kementerian mengatakan bahwa kemajuan telah mencapai 76 persen penyelesaian, setidaknya untuk area sandar.

Sejauh ini, baik kementerian maupun angkatan laut belum menjelaskan secara terbuka alasan pemilihan Lampung sebagai pangkalan utama Garibaldi.

Kementerian mengatakan Indonesia memilih Garibaldi karena membeli kapal induk bekas akan lebih murah dan memakan waktu lebih singkat daripada membeli yang baru. Kementerian juga berpendapat bahwa pengalihan tersebut akan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Italia.

Menurut kementerian, biaya untuk membawa kapal tersebut ke Indonesia adalah 54 juta euro. Sementara itu, seorang anggota parlemen, Tubagus Hasanuddin, mengatakan biaya perbaikan bisa berkisar antara 7,2 triliun hingga 16,8 triliun rupiah, atau 350 juta hingga 818 juta euro, tergantung pada spesifikasi modernisasi yang dipilih Indonesia.

Semua partai politik dalam komisi tersebut menyetujui rencana tersebut. Meskipun demikian, beberapa di antaranya menyampaikan kekhawatiran tentang pendanaan yang memadai, biaya operasional, penyesuaian doktrin, dan manfaat teknologi yang dapat diperoleh perusahaan pertahanan Indonesia dari perbaikan dan pengoperasian kapal induk di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
PT Pertamina Patra Niaga Su...

Batang Menekan Sisa Anggaran Lebih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Batang Menekan Sisa Anggara...
Olahraga
Jelang Kompetis, Stadion Ma...

Perkuat Pertahanan, PSIM Rekrut Ahmad Agung

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Perkuat Pertahanan, PSIM Re...

Rupiah Menguat, Harga Emas Turun

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rupiah Menguat, Harga Emas ...

PM Baru Inggris Langsung Bahas Selat Hormuz dengan Trump

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
PM Baru Inggris Langsung Ba...

Jaksel dan Jaktim Bakal Diguyur Hujan

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaksel dan Jaktim Bakal Dig...
Demo Besar-besaran di Kawasan Gambir, Ribuan Personel Disiagakan

Demo Besar-besaran di Kawasan Gambir, Ribuan Personel Disiagakan

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.