Bauran EBT Indonesia Turun, Target PLTS Jadi Tantangan
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 00:45 WIB | Oleh: Tim RedaksiTransisi Energi - Target PLTS 100 GW Butuh Strategi Multijalur
Penurunan bauran energi baru dan terbarukan dari 18 persen menjadi 17 persen menjadi sinyal bahwa transisi energi Indonesia masih menghadapi tantangan.
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bauran energi baru dan terbarukan (EBT) Indonesia terkoreksi menjadi 17 persen pada 2026, dari 18 persen pada triwulan I.
Pemerintah memperkirakan penurunan tersebut antara lain dipengaruhi masuknya pembangkit berbahan bakar gas.
“Hari ini bauran energi baru terbarukan 17 persen. Kemarin, di triwulan pertama (2026) 18 persen, Pak Menteri. Mungkin ada sedikit masuk pembangkit gas dan seperti lainnya, maka sedikit terkoreksi,” ujar Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Rabu (19/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Eniya mengatakan kontribusi terbesar dalam bauran EBT berasal dari FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sebesar 5,2 persen.
FAME merupakan komponen utama biodiesel yang umumnya berasal dari minyak kelapa sawit.
“Diikuti setelah itu adalah hidro (pembangkit listrik tenaga air) yang porsinya 3,5 persen dari bauran tadi,” ucap Eniya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, panas bumi menyumbang sekitar 2,2 persen.
Pemerintah berharap porsinya meningkat menjadi 4,5 persen setelah penambahan kapasitas pembangkit sebesar 5,2 gigawatt (GW) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Adapun kontribusi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) masih sangat kecil, yakni 0,5 persen.
Kondisi ini menjadi tantangan di tengah ambisi pemerintah mengembangkan PLTS hingga 100 GW.
“Kami harapkan itu bisa menjadi kontributor untuk menaikkan energi baru terbarukan,” kata Eniya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan pemerintah akan membangun PLTS berkapasitas 30 GW dan menghentikan PLTD sebesar 13 GW pada 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!