Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapal Induk Pertama Indonesia Eks Giuseppe Garibaldi Italia Akan Bernama KRI Gajah Mada

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 00:02 WIB | Oleh:
Kapal Induk Pertama Indonesia Eks Giuseppe Garibaldi Italia Akan Bernama KRI Gajah Mada Doc: Istimewa
Ket. Para analis mengingatkan biaya terbesar justru muncul setelah kapal tiba di Indonesia. Integrasi sistem senjata, radar, sensor modern, hingga pengadaan pesawat dan helikopter diperkirakan menelan biaya yang bahkan melampaui nilai kapal itu sendiri.

ROMA – Indonesia berada di ambang transformasi besar dalam kekuatan lautnya. Kapal induk Italia atau Italian Ship (ITS) Giuseppe Garibaldi yang telah dipensiunkan kini tengah dipersiapkan untuk diserahkan kepada Indonesia. Langkah ini diperkirakan akan mengubah keseimbangan kekuatan angkatan laut di Asia Tenggara maritim hingga kawasan Indo-Pasifik.

Mengapa Italia Menghibahkan Giuseppe Garibaldi dan Tantangan Modernisasi KRI Gajah Mada

Defence Security Asia melaporkan, pengalihan ITS Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia dilakukan dalam bentuk hibah antarpemerintah (government-to-government grant), bukan penjualan komersial. Keputusan tersebut merupakan hasil perhitungan strategis dan ekonomi Pemerintah Italia setelah kapal itu resmi memasuki masa cadangan sejak akhir 2024.

Kapal induk ini mulai bertugas pada 1985 dan selama hampir 40 tahun menjadi tulang punggung Angkatan Laut Italia sekaligus kapal induk pertama negara tersebut. Namun, kehadiran kapal-kapal yang lebih modern membuat Giuseppe Garibaldi tidak lagi menjadi aset utama dan justru berubah menjadi beban biaya.

Dengan menghibahkan kapal kepada Indonesia, Italia dapat menghemat sekitar 5 juta euro per tahun yang sebelumnya harus dikeluarkan untuk biaya perawatan. Italia juga terhindar dari biaya pembongkaran kapal perang era Perang Dingin yang tidak murah dan memiliki tantangan lingkungan.

Transfer tersebut memperoleh persetujuan parlemen Italia pada Maret dan April 2026. Pemerintah Italia menyebut langkah itu sebagai bagian dari penguatan hubungan pertahanan dan industri strategis dengan Indonesia.

Hubungan kedua negara memang sudah terjalin melalui kerja sama dengan perusahaan galangan kapal Fincantieri, yang sebelumnya membangun fregat KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi untuk TNI AL. Kerja sama ini dinilai akan mempermudah proses integrasi sistem dan modernisasi kapal induk.

Bagi Indonesia, pengalaman Fincantieri juga menjadi jembatan teknis bagi PT PAL Indonesia, yang nantinya akan menangani sebagian besar pekerjaan perbaikan dan modernisasi kapal di dalam negeri.

Di sisi lain, Italia juga memperoleh keuntungan diplomatik. Hibah ini memperkuat citra Italia sebagai pemasok industri pertahanan yang kredibel di kawasan Indo-Pasifik, pasar yang kini semakin kompetitif bagi produsen senjata Eropa.

Sementara bagi Indonesia, skema hibah membuat biaya akuisisi jauh lebih ringan dibandingkan harus membangun kapal induk baru, yang nilainya bisa mencapai miliaran dolar AS dan membutuhkan waktu pembangunan lebih dari satu dekade.

Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa biaya terbesar justru muncul setelah kapal tiba di Indonesia. Integrasi sistem senjata, radar, sensor modern, hingga pengadaan pesawat dan helikopter diperkirakan akan menelan biaya yang bahkan melampaui nilai kapal itu sendiri.

Dengan kata lain, Italia memperoleh keuntungan diplomatik dari aset yang sudah tidak lagi digunakan, sedangkan Indonesia mendapatkan jalan masuk menuju kemampuan kapal induk dengan harga awal yang relatif murah, tetapi harus menanggung seluruh risiko teknis dan biaya modernisasi dalam beberapa tahun mendatang.

Tantangan Besar: KRI Gajah Mada Belum Akan Menjadi Kapal Induk Tempur

Saat diserahkan kepada Indonesia, Giuseppe Garibaldi tidak lagi membawa sistem persenjataan aslinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
IHSG Hari Ini Bergerak Turu...
Luar Negeri
Trump Bantah Pernyataan Dub...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.