Pasokan Air Terbatas, Ribuan Hektare Sawah di Karawang Tidak Ditanami
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 13:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
KARAWANG – Ribuan hektare areal persawahan di berbagai daerah sekitar Kabupaten Karawang, Jawa Barat "menganggur" karena keterbatasan pasokan air untuk mengairi areal sawah pada musim kemarau tahun 2026 ini.
"Musim kemarau benar-benar berdampak terhadap sektor pertanian. Banyak areal sawah menganggur (tidak ditanami). Para petani harus menunda tanam, sampai pasokan air benar-benar aman," kata Ketua Serikat Tani Karawang, Deden Sofyan, di Karawang, Kamis (20/8).
Ia mengatakan sesuai dengan laporan dan pendataan yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir, ribuan hektare areal persawahan yang menganggur di antaranya tersebar di wilayah utara seperti Kecamatan Pakisjaya, Batujaya, Rengasdengklok, Cibuaya dan beberapa kecamatan lainnya.
Selain itu, hamparan areal sawah yang sudah cukup lama menganggur juga terjadi di wilayah Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel, dan sebagian wilayah Kecamatan Telukjambe Barat.
"Kalau dihitung, luas areal sawah yang menganggur pada musim kemarau tahun ini lebih dari 2 ribu hektare," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, kondisi areal persawahan yang menganggur pada musim kemarau sebenarnya tidak hanya terjadi pada tahun ini. Kondisi tersebut hampir terjadi setiap tahun saat musim kemarau.
"Sejumlah areal persawahan yang biasanya produktif terpaksa dibiarkan menganggur karena keterbatasan pasokan air untuk mengairi lahan saat kemarau," katanya.
Deden mengatakan bagi petani, air menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan musim tanam. Ketika saluran irigasi tidak mampu mengalirkan air ke areal persawahan, proses pengolahan lahan hingga penanaman padi tidak dapat dilakukan secara optimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau air tidak ada, kami tidak berani menanam. Takut sudah keluar biaya untuk mengolah sawah, tetapi tanaman akhirnya tidak bisa tumbuh," katanya.
Kondisi menganggurnya areal persawahan pada musim kemarau terjadi karena pasokan air di saluran irigasi berkurang. Selain itu juga karena areal sawah yang hanya mengandalkan air hujan untuk menanam.
"Penyebabnya termasuk kegagalan fungsi embung-embung yang telah dibangun Dinas Pertanian. Padahal saat kemarau embung seharusnya dapat dimanfaatkan oleh petani," kata dia.
Embung sendiri merupakan bangunan konservasi air berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan air limpahan atau air rembesan.
Deden menyebutkan areal sawah yang menganggur mengakibatkan penundaan musim tanam. Kondisi itu tidak hanya berdampak pada produktivitas pertanian, tetapi juga berpotensi mengurangi pendapatan petani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang Rochman tak berkomentar saat dikonfirmasi mengenai ribuan hektare sawah yang menganggur pada musim kemarau tahun ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!