Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pastikan Higienis, Distan Mataram Perketat Pengawasan Pemotongan Unggas Mandiri

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 12:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pastikan Higienis, Distan Mataram Perketat Pengawasan Pemotongan Unggas Mandiri Doc: ANTARA
Ket. Arsip: aktivitas di salah satu pemotongan unggas mandiri di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM – Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperketat pengawasan tempat pemotongan unggas mandiri guna memastikan higienis serta memenuhi standar distribusi ke satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk program makan bergizi gratis (MBG).

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram, Lalu Hapiludin, di Mataram, Kamis (20/8), mengatakan dalam upaya mendukung program MBG di daerah, Distan bertugas untuk memantau rantai pasok produk asal hewan, khususnya daging ayam dan telur, agar terjaga higienis serta penuhi standar yang ditetapkan.

"Kewenangan utama kami berfokus pada pengawasan rantai pasokan produk asal hewan," katanya.

Karena itu, pengawasan pada rumah potong unggas juga dilakukan secara berkala dan ditingkatkan ke tempat-tempat pemotongan unggas mandiri yang menjadi pemasok utama bagi SPPG.

​Dalam pengawasan tersebut, katanya, tim Dinas Pertanian menelusuri sumber bahan baku serta memeriksa langsung kondisi di lapangan.

Poin-poin utama yang menjadi fokus pemeriksaan antara lain meliputi, higienis dan sanitasi tempat pemotongan dengan memastikan kebersihan area pemotongan serta peralatan yang digunakan agar terpisah dari limbah atau kotoran.

Kemudian, kualitas air yakni menjamin ketersediaan dan kebersihan air bersih yang digunakan selama proses pemotongan dan pembersihan.

"Pemantauan yang utama adalah memastikan tata cara pemotongan unggas sesuai dengan kaidah dan standar halal," katanya.

Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi pemantauan pada sekitar 30 lebih lokasi pemotongan unggas mandiri di Kota Mataram menyebutkan, terdapat 1-2 pengelola tempat pemotongan mandiri sudah ditegur terkait masalah kebersihan tempat dan sarana operasional.

"Meski demikian, para pelaku usaha dinilai kooperatif dan langsung melakukan perbaikan setelah menerima masukan dari petugas. Saat kami datang lagi, mereka sudah lebih baik," katanya.

Dikatakan, saat ini Kota Mataram memiliki satu rumah potong unggas (RPU) milik pemerintah di Pasar Pagesangan namun kapasitasnya masih terbatas.

Selain itu, terdapat satu RPU swasta skala besar, yaitu CV Cendana, dengan kapasitas pemotongan mencapai 900 ekor sampai 1.000 ekor per hari.

​Sementara itu, untuk pemotongan unggas mandiri skala kecil hingga menengah tersebar di beberapa titik seperti kawasan Pasar Sindu, dan Mandalika dengan jumlah pemotongan per hari masih di bawah 100 ekor.

Walaupun sebagian rata-rata pemotongan unggas mandiri di Mataram, belum memiliki izin resmi, tim Dinas Pertanian tetap rutin melakukan pengawasan dan pembinaan teknis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.