Yen Jepang Bangkit dari Rekor Kejatuhan Terburuk Sepanjang Sejarah
📅 Senin, 03 Agu 2026, 19:42 WIB | Oleh: Deri HenriawanTOKYO - Mata uang Jepang sempat menguat hingga berada di kisaran bawah 155 yen per dollar AS pada Senin (3/8) pagi setelah Jepang mengonfirmasi adanya intervensi pasar valuta asing gabungan dengan AS dan memperingatkan soal kemungkinan intervensi lebih lanjut.
Pada tengah hari, dollar AS diperdagangkan pada kisaran 156,46-47 yen setelah sempat menyentuh angka 155,20 yen, dibandingkan dengan 157,33-43 yen di New York dan 160,20-22 yen di Tokyo pada Jumat (31/7) pukul 17.00 waktu setempat.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama pada Senin merilis pernyataan yang mengonfirmasi bahwa pihak kementerian telah melakukan pembelian yen secara terkoordinasi dengan Departemen Keuangan AS akhir pekan lalu.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk mengatasi volatilitas yen yang berlebihan dalam beberapa bulan terakhir.
Operasi pembelian yen yang berlangsung sejak Kamis (30/7) malam hingga Sabtu (1/8) pagi waktu Jepang menandai intervensi pasar terkoordinasi pertama yang dilakukan oleh Tokyo dan Washington sejak 2011, ketika nilai yen melonjak setelah terjadinya Gempa Bumi Besar Jepang Timur (Great East Japan Earthquake).
Katayama menyebutkan bahwa kedua negara tidak akan ragu untuk melakukan intervensi gabungan lebih lanjut.
Saham-saham di bursa Tokyo anjlok tajam pada Senin pagi, dengan indeks Nikkei sempat merosot lebih dari 2 persen, di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan nilai yen dapat mengganggu prospek bisnis perusahaan. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!