Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konsumsi Domestik Lesu, Ekonomi Tiongkok Melambat

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 16:35 WIB | Oleh:
Konsumsi Domestik Lesu, Ekonomi Tiongkok Melambat Doc: AFP

TOKYO - Laju pertumbuhan ekonomi riil Tiongkok melambat menjadi 4,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II 2026 dari 5,0 persen yoy pada kuartal sebelumnya di tengah menurunnya konsumsi masyarakat.

Berdasarkan data resmi Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok yang dirilis pada Rabu (15/7), angka tersebut merupakan laju pertumbuhan paling lambat sejak kuartal IV 2022 saat Tiongkok masih berjuang menghadapi pandemi COVID-19.

Pencapaian pada kuartal II tersebut berada di bawah target pertumbuhan yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 4,5 hingga lima persen sepanjang 2026.

Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok naik 0,9 persen pada kuartal II. Namun, capaian tersebut juga relatif melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode Januari-Maret 2026 sebesar 1,3 persen qtq.

Meskipun mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II, kenaikan pada semester I tahun ini masih tercatat berada dalam rentang target pemerintah karena berhasil mencapai 4.7 persen yoy.

NBS menyatakan bahwa sektor ekonomi domestik "berjalan dalam rentang yang sesuai" pada paruh pertama 2026, seiring "aktivitas pembangunan yang berkualitas dengan didukung oleh semangat yang baru dan positif."

"Namun, kita juga harus menyadari bahwa situasi eksternal menjadi semakin tidak stabil dan tidak pasti, ketidakseimbangan antara pasokan yang kuat dan permintaan yang lemah masih cukup tajam di dalam negeri, serta fondasi pemulihan dan perbaikan ekonomi masih perlu dikonsolidasikan," ujar lembaga statistik tersebut.

Data PDB tersebut dirilis beberapa hari setelah pemerintah menetapkan target untuk meningkatkan total penjualan ritel barang konsumsi menjadi sekitar 60 triliun yuan pada 2030, naik sekitar 20 persen dari target 2025.

Dengan target tersebut, pemerintah berharap "peran konsumsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi" dapat menguat.

Pada semester I 2026, penjualan ritel barang konsumsi tercatat meningkat 1,3 persen yoy menjadi 24,87 triliun yuan.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada paruh pertama tahun ini juga didorong oleh peningkatan ekspor kendaraan listrik dan produk terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke Eropa, Afrika, dan Asia Tenggara.

Total nilai ekspor industri Tiongkok mencapai 14,73 triliun yuan, meningkat 13,4 persen yoy. Total nilai impor juga melonjak 22,1 persen yoy menjadi 10,73 triliun yuan.

Sementara itu, pelemahan daya beli masyarakat salah satunya terlihat pada sektor investasi, terutama terkait properti.

Total pengeluaran investasi untuk aset tetap, tapi tidak termasuk pengeluaran oleh rumah tangga pedesaan, turun 5,7 persen yoy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Perubahan APBD Tahun Ini Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Megapolitan
KPK Terus Coba Tuntaskan Ko...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.