Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Lamongan Optimalkan Cadangan Air Waduk dan Rawa untuk Irigasi

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 20:06 WIB | Oleh:
Pemkab Lamongan Optimalkan Cadangan Air Waduk dan Rawa untuk Irigasi Doc: ANTARA/Alimun Khakim
Ket. Bupati Lamongan Yuhron meninjau pompa pengairan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air untuk sektor pertanian di Lamongan, Jawa Timur. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan infrastruktur pengairan berfungsi dalam mendukung mitigasi kekeringan pada Musim Tanam II 2026.

LAMONGAN -- Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengoptimalkan cadangan air di 44 waduk dan rawa untuk memenuhi kebutuhan irigasi dan mendukung sektor pertanian menghadapi musim kemarau.

Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Lamongan, total volume tampungan 44 waduk dan rawa mencapai 116.381.954 meter kubik. Dari jumlah tersebut, sekitar 80,4 juta meter kubik atau 70 persen telah digunakan, sedangkan 35,9 juta meter kubik atau 30 persen masih tersedia.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan ketersediaan air dan dukungan infrastruktur pengairan menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama dalam menghadapi ancaman kekeringan pada musim tanam (MT) II 2026.

“Alhamdulillah, kekeringan di Lamongan pada MT II bisa kita atasi dengan baik. Ini tentu berkat kerja bersama dan dukungan infrastruktur pengairan yang terus kita bangun,” katanya di Lamongan, Selasa.

Ia menjelaskan cadangan air tersebut mendukung pengelolaan lahan pertanian, meliputi 19.059 hektare tanaman padi yang terdiri atas 16.021 hektare pada MT II dan 3.038 hektare pada MT III. Selain itu, terdapat 5.314 hektare tanaman palawija dan 185 hektare tambak. Sementara itu, untuk ketersediaan air baku hingga Agustus 2026 tercatat 504.101,48 meter kubik.

"Khusus di wilayah Bengawan Jero, kebutuhan air baku disuplai dari long storage Bengawan Solo," ujarnya.

Kepala Dinas SDABK Lamongan Erwin Sulistya Pambudi mengatakan optimalisasi sumber daya air dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Perum Jasa Tirta, dan PU SDA Provinsi.

"Koordinasi yang kami lakukan yakni berkaitan dengan pemeliharaan sluis di sepanjang Bengawan Solo, normalisasi sungai untuk mendukung ketersediaan air irigasi, subsidi silang antardaerah irigasi, serta pengaturan distribusi air bersama juru pengamat dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)," katanya.

Ia menjelaskan bahwa tantangan utama pengelolaan sumber daya air adalah mengatur air saat musim hujan sekaligus memastikan ketersediaan ketika memasuki musim kemarau.

“Mitigasi kekeringan terus kami perkuat melalui pembangunan embung, revitalisasi waduk, dan pengembangan biopori sebagai bagian dari konservasi air,” katanya.

Ia menambahkan upaya lain yang dilakukan oleh pemkab setempat bersama UPTD PSDA Karanggeneng menghadirkan inovasi SMART untuk meningkatkan kesiapsiagaan pengelolaan air dan infrastruktur, termasuk layanan pengaduan kerusakan dan bencana serta usulan rehabilitasi sungai dan waduk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Menkeu: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

Menkeu: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.