AS Kembali Serang Iran
📅 Senin, 13 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiNamun, delegasi Iran disebut belum dapat menyetujui usulan tersebut dan kembali ke Teheran untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.
Pejabat AS mengatakan kapal kargo yang diserang IRGC sedang melintasi jalur selatan yang diusulkan Oman untuk dibuka kembali.
CENTCOM menyatakan Iran kembali diberi kesempatan untuk menunjukkan kepatuhan terhadap nota kesepahaman yang telah disepakati.
Namun, menurut militer AS, Iran kembali gagal memenuhinya. “Sebagai tanggapan, Amerika Serikat mengenakan konsekuensi yang berat dengan terus melemahkan kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal niaga yang melintasi selat secara bebas,” kata CENTCOM.
Sebaiknya Anda baca juga:
IRGC sebelumnya mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan setelah sebuah kapal yang dituduh mengabaikan instruksi pelayaran dihentikan akibat terkena tembakan peringatan.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi IRNA pada Minggu (12/7), IRGC menyebut sejumlah kapal berupaya melintasi jalur yang tidak diizinkan meski telah berulang kali diperingatkan agar mengubah haluan dan menggunakan rute yang disetujui.
IRGC juga menyatakan satu kapal mematikan sistem operasinya sehingga membahayakan keamanan pelayaran. Menurut IRGC, kapal tersebut terkena tembakan peringatan sebelum akhirnya dihentikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
IRGC menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir. “Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas,” demikian pernyataan IRGC.
IRGC juga memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang lebih keras, termasuk serangan terhadap pangkalan-pangkalan "musuh" lainnya di kawasan.
Selain itu, IRGC menyalahkan apa yang disebutnya sebagai "campur tangan asing yang melanggar hukum" atas insiden tersebut.
Iran juga menuding Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS bertanggung jawab atas segala konsekuensi jika eskalasi terus berlanjut. Juni lalu, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang pecah pada akhir Februari serta membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!