BPBD Makassar Bentuk 15.520 Relawan Kencana dan Kaltana untuk Mitigasi Bencana
📅 Senin, 13 Jul 2026, 01:19 WIB | Oleh: AlfredMAKASSAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar membentuk 15.520 relawan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) sebagai garda terdepan mitigasi di wilayahnya masing-masing, Minggu (12/7).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar Fadli Tahar di Makassar, Sulsel Minggu, mengatakan, 15.520 warga dan mahasiswa ini nantinya akan menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana.
"Saat banyak daerah masih berfokus pada pembangunan infrastruktur kebencanaan, Kami di Makassar mengambil langkah yang lebih mendasar dengan membangun manusianya," ujarnya.
Fadli mengatakan, dalam pengukuhan yang rencananya akan dilakukan pada Selasa (14/7) oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin itu dibagi dalam dua agenda, pertama adalah pengukuhan 2.520 anggota Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) oleh Wali Kota Makassar.
Pada agenda kedua adalah penandatanganan Nota Kesepahaman dan perjanjian kerja sama (MoU) antara BPBD Kota Makassar dengan 13 perguruan tinggi, yang menghadirkan pendidikan kebencanaan sebagai bagian dari pembelajaran akademik setara 2–4 SKS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ribuan anggota Kencana dan Kaltana tersebut merupakan representasi masyarakat yang dipersiapkan menjadi ujung tombak mitigasi, kesiapsiagaan, respons awal, hingga pemulihan bencana di wilayahnya masing-masing.
Program ini mencakup pendidikan mitigasi bencana, manajemen bencana, medis rescue, vertical rescue, dan water rescue, dengan target melahirkan 13.000 mahasiswa yang memiliki kompetensi dasar penanggulangan bencana dan siap diterjunkan sebagai relawan kemanusiaan.
"Melalui apel kesiapsiagaan bencana 2026 yang digelar di kawasan MNEK, Pemkot Makassar telah meluncurkan dua kebijakan strategis yang diyakini akan menjadi model penguatan ketangguhan daerah di Indonesia," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fadli mengaku menegaskan bahwa tantangan bencana di masa depan membutuhkan perubahan cara berpikir.
Menurut dia, kekuatan terbesar sebuah kota bukan hanya alat berat, kendaraan, atau teknologi, tetapi manusia yang siap bertindak.
"Karena itu kami membangun dua lapis pertahanan sekaligus. Pertama, masyarakat melalui 2.520 anggota Kencana dan Kaltana. Kedua, generasi muda melalui 13 perguruan tinggi yang kami siapkan menjadi SDM kebencanaan. Inilah investasi yang manfaatnya akan dirasakan jauh melampaui hari ini," terangnya.
Fadli menerangkan, kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi merupakan fondasi baru dalam membangun ketahanan daerah menghadapi perubahan iklim dan meningkatnya risiko bencana.
“Kami ingin setiap kelurahan memiliki orang-orang yang mampu menyelamatkan lingkungannya sendiri, dan setiap kampus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi kemanusiaan. Ketangguhan tidak lahir ketika bencana datang, tetapi dibangun jauh sebelum bencana terjadi," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!