AS Kembali Serang Iran
📅 Senin, 13 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiMiliter AS kembali melancarkan serangan ke Iran seiring dengan ditutupnya Selat Hormuz serta adanya penyerangan kapal kargo oleh pasukan IRGC.
ISTANBUL – Kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan gelombang ketiga terhadap Iran pada pekan ini. Pihak AS mengklaim serangan itu dilakukan setelah pasukan Iran menyerang sebuah kapal niaga di Selat Hormuz pascamengumumkan penutupan jalur pelayaran tersebut.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Sabtu (11/7) menyatakan serangan dimulai pada pukul 19.15 waktu setempat (18.15 WIB) atas perintah Presiden Donald Trump selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata melalui media sosial X.
Menurut CENTCOM, serangan dilakukan setelah pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal kargo M/V GFS Galaxy. Akibat serangan itu, satu awak sipil dilaporkan hilang.
Kapal tersebut juga tidak dapat melanjutkan pelayaran karena mengalami kebakaran di atas kapal dan kerusakan parah pada ruang mesin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seorang pejabat AS, seperti dikutip Axios, mengatakan IRGC menembakkan rudal ke arah kapal saat melintasi Selat Hormuz sehingga menyebabkan kerusakan.
Insiden itu terjadi sehari setelah pemerintahan Trump meminta Iran memberikan jaminan publik mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Jaminan tersebut menjadi salah satu syarat utama Washington untuk menghentikan siklus konflik dengan Teheran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serangan itu juga terjadi setelah perundingan di Muscat, Oman, yang melibatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, dan sejumlah pejabat Qatar. Perundingan tersebut bertujuan mencari jalan keluar atas kebuntuan antara kedua negara.
Peringatan IRGC
Sementara itu, IRGC menyatakan telah memperingatkan sejumlah kapal agar tidak menggunakan jalur yang disebutnya tidak sah di Selat Hormuz.
IRGC mengaku melepaskan "tembakan peringatan" setelah sebuah kapal kargo tidak mengubah haluan.
“Setelah insiden ini, Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan hingga intervensi Amerika di kawasan ini berakhir. Tidak ada kapal yang diizinkan melintas,” demikian pernyataan IRGC.
Seorang diplomat yang mengetahui jalannya perundingan mengatakan Oman mengusulkan pembukaan kembali kedua jalur pelayaran di Selat Hormuz, termasuk akses penuh ke jalur selatan melalui perairan Oman sesuai aturan sebelum perang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!