Myanmar Dilanda Banjir Mematikan
📅 Senin, 13 Jul 2026, 02:30 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SKYAUKTAW – Bencana banjir mematikan melanda Negara Bagian Rakhine dan Chin di bagian barat Myanmar dengan tim SAR memperingatkan bahaya permukaan air naik lebih tinggi lagi pada Sabtu (11/7).
Menurut data terbaru yang dirilis pada 9 Juli lalu oleh layanan kemanusiaan dari Tentara Arakan, sebuah kelompok pemberontak etnis minoritas yang menguasai wilayah yang terkena dampak, setidaknya tiga orang tewas dalam banjir tersebut.
“Kekhawatiran kami adalah apa yang terjadi jika permukaan air naik lebih tinggi lagi, terutama dalam hal evakuasi warga lanjut usia, orang sakit, ibu hamil, dan mereka yang tinggal di daerah dataran rendah,” kata petugas penyelamat setempat, Bo Aung Thein, kepada AFP di Desa She Ta Lay di Kecamatan Kyauktaw.
“Desa kami memiliki sekitar 200 rumah, dan hanya satu atau dua yang tidak terendam. Sisanya telah terendam banjir. Semua sawah juga terendam,” kata May Thein Yaine, 49 tahun, seorang warga Desa Kyauk Kyat.
“Kami punya anak-anak kecil di rumah. Saya sangat takut jika air naik lebih tinggi lagi di malam hari, kami tidak akan punya tempat berlindung lagi dan tidak ada jalan keluar,” kata Thuzar Aye, 24 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak dilanda perang saudara mulai 2021 lalu, Myanmar menghadapi serangkaian kesulitan transportasi dan komunikasi, dan menurut PBB, saat ini lebih dari sepertiga penduduknya menderita kerawanan pangan. SB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!