Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara-Negara Ingatkan Pembatalan Klaim Luas Beijing di LTS

📅 Senin, 13 Jul 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Negara-Negara Ingatkan Pembatalan Klaim Luas Beijing di LTS Doc: Jam STAROSA/AFP
Ket. Kapal Penjaga Pantai Tiongkok dan Filipina di sekitar LTS.

TOKYO - Jepang, Filipina, Amerika Serikat (AS), dan 11 negara lainnya pada Minggu menegaskan kembali putusan arbitrase internasional 10 tahun lalu yang membatalkan klaim luas Beijing di Laut Tiongkok Selatan dan menyebutnya tidak memiliki dasar hukum.

Dalam pernyataan bersama, mereka menggambarkan putusan Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag sebagai tonggak penting dan putusan yang "final, mengikat secara hukum, dan definitif antara Tiongkok dan Filipina sehubungan dengan hak dan klaim maritim" yang dibahas oleh pengadilan.

Pada 12 Juli 2016, pengadilan memutuskan bahwa Tiongkok tidak memiliki hak historis atas sumber daya di Laut Tiongkok Selatan berdasarkan klaim yang disebut "garis sembilan titik", dan menguatkan klaim Filipina bahwa tindakan Tiongkok di perairan yang disengketakan melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut. Tiongkok menolak keputusan pengadilan tersebut.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan secara terpisah pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi mengatakan penolakan Tiongkok terhadap putusan tersebut bertentangan dengan prinsip penyelesaian sengketa secara damai dan merusak supremasi hukum di dalam komunitas internasional.

Ke-14 negara tersebut, termasuk Australia dan Inggris, juga menegaskan kembali penentangan mereka terhadap setiap tindakan yang mendestabilisasi atau sepihak, termasuk dengan kekerasan atau paksaan, yang mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Kapal Tiongkok dan Filipina bentrok di dekat perairan dangkal yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, ke-14 negara tersebut mendesak pihak-pihak terkait untuk mematuhi putusan tersebut dan menyelesaikan sengketa secara damai melalui dialog dan mekanisme hukum lainnya sesuai dengan hukum internasional.

Klaim Sepihak

Sebagai informasi, ketegangan di Laut Tiongkok Selatan berpusat pada klaim sepihak Tiongkok atas “sembilan garis putus-putus” yang bersinggungan dengan wilayah kedaulatan negara-negara ASEAN seperti Filipina dan Vietnam.

Eskalasi terus meningkat seiring dengan upaya Tiongkok mendirikan platform terapung ilegal di area sengketa, tabrakan kapal, serta pencegatan udara menggunakan suar api.

Sengketa maritim itu memanas dengan berbagai insiden di lapangan serta penolakan Beijing terhadap Putusan Mahkamah Arbitrase Permanen (PCA) yang memenangkan Filipina.

Beberapa pemicu konflik di perairan tersebut antara lain karena Tiongkok menempatkan platform terapung di kawasan sensitif Scarborough Shoal untuk memperkuat cengkeraman teritorialnya di wilayah yang juga diklaim oleh Filipina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

9 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

14 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...
Daerah
Gunung Lewotobi Laki-Laki A...
Rona
Pemusatan latihan Gita Baha...

Kejuaraan Seluncur Es Terbuka Asia 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Kejuaraan Seluncur Es Terbu...

Realisasi PNBP Sumatera Selatan

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Realisasi PNBP Sumatera Sel...

Optimalisasi pengelolaan sampah TPS 3R

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Optimalisasi pengelolaan sa...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.