Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Embun Upas Melanda Dieng, Hingga 30 Hektare Kebun Kentang Mengalami Kerusakan.

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 14:06 WIB | Oleh:
Embun Upas Melanda Dieng, Hingga 30 Hektare Kebun Kentang Mengalami Kerusakan. Doc: Antara Foto
Ket. Tanaman kentang di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026), mengalami kerusakan dengan kondisi daun menghitam setelah terdampak embun beku atau embun upas.

Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyatakan embun upas atau frost yang melanda kawasan Dataran Tinggi Dieng pada 9-10 Juli 2026 telah mengakibatkan sekitar 25-30 hektare tanaman kentang mengalami kerusakan.

Kepala DPPKP Kabupaten Banjarnegara Firman Sapta Ady di Banjarnegara, Jumat, mengatakan berdasarkan laporan Pemerintah Desa Dieng Kulon dan petani, embun upas terjadi di sejumlah lokasi, yakni Lapangan Pandawa, area parkir dan Kompleks Candi Arjuna, Gasiran Aswatama, Kalibana, serta Kompleks Setyaki.

"Estimasi luas tanaman kentang yang terkena dampak embun upas mencapai kisaran 25-30 hektare berdasarkan pemantauan sementara di lapangan," katanya.

Ia mengatakan petani telah berupaya mengurangi dampak embun upas dengan menyiram tanaman pada siang hingga sore hari agar terbentuk uap air yang dapat menekan dampak suhu dingin pada pagi hari.

Selain itu, kata dia, tanaman juga ditutup menggunakan paranet maupun daun bambu sebagai pelindung dari embun beku.

Akan tetapi berdasarkan hasil wawancara dengan petani, lanjut dia, tanaman kentang yang berumur sekitar 40 hari atau lebih muda umumnya tidak dapat diselamatkan setelah terdampak embun upas.

20260710140649_1001044068.jpg

"Tanaman yang terdampak, ada yang pertanaman awal, ada yang mendekati panen. Tanaman yang berumur sekitar 40 hari ke bawah umumnya tidak dapat diselamatkan setelah terdampak embun upas dan kalau dirata-rata, estimasi nilai kerugiannya mencapai Rp70 juta per hektare," katanya.

Firman mengatakan petani yang mengalami gagal panen diperkirakan baru dapat kembali menanam sekitar September 2026 setelah kondisi cuaca lebih mendukung.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo mengatakan embun upas merupakan fenomena alam yang lazim terjadi setiap musim kemarau, terutama pada Juni hingga September.

"Secara meteorologi, fenomena tersebut dikenal sebagai frost atau embun beku. Masyarakat lebih mengenalnya sebagai embun upas," katanya.

Ia menjelaskan embun upas berbeda dengan salju karena terbentuk dari embun yang membeku di permukaan tanaman ketika suhu udara turun hingga mendekati atau di bawah titik beku pada malam hingga menjelang pagi hari.

Menurut dia, fenomena tersebut dipengaruhi pola musim kemarau saat angin monsun Australia membawa massa udara kering ke Indonesia sehingga tutupan awan berkurang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Luar Negeri
Korban Tewas Tembus 2.100, ...
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.