Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Vaterland' Film Indonesia yang Meraih Penghargaan di Cannes Critics' Week

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
'Vaterland' Film Indonesia yang Meraih Penghargaan di Cannes Critics' Week Doc: Antara
Ket. Film pendek Indonesia berjudul "VATERLAND or A Bule Named Yanto" karya sutradara Berthold Wahjudi meraih penghargaan CANAL+ Award dalam ajang La Semaine de la Critique atau Cannes Critics’ Week di Cannes, Prancis.

Jakarta - Film pendek Indonesia berjudul "VATERLAND or A Bule Named Yanto" karya sutradara Berthold Wahjudi meraih penghargaan CANAL+ Award dalam ajang La Semaine de la Critique atau Cannes Critics’ Week di Cannes, Prancis.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, film berlatar Yogyakarta itu menjadi satu dari dua film pendek yang memperoleh penghargaan pada program Cannes Critics’ Week 2026 yang berlangsung pada 13–21 Mei.

Penghargaan Sony Discovery Prize untuk kategori film pendek diraih film "Skinny Boots" karya Romain F. Dubois, sementara CANAL+ Award diberikan kepada “Vaterland or A Bule Named Yanto".

Panitia Cannes Critics’ Week tahun ini menyeleksi karya dari lebih dari 1.050 pengajuan yang berasal dari 106 negara sebelum mengumumkan pemenang pada malam penutupan edisi ke-65 program tersebut.

Film “Vaterland” mengisahkan Yanto, pemuda keturunan Jerman-Indonesia berusia pertengahan 20-an yang mengunjungi adik perempuannya di Yogyakarta. Pertemuan itu berkembang menjadi refleksi mengenai identitas ras campuran, rasa memiliki, dan keterasingan di antara dua budaya.

Produser sekaligus pendiri Aftersun Creative, Annisa Adjam, mengatakan sambutan penonton di Cannes menjadi pengalaman berarti bagi tim produksi.

“Bisa membuat film berlatar di Jogja dengan perspektif minoritas, orang dengan kultur campuran seperti ini, lalu mendapatkan reaksi yang sangat baik dari penonton Cannes kemarin, menjadi pengalaman yang sangat berarti buat kami,” ujar Annisa.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat membuka ruang pemutaran lebih luas bagi film tersebut, baik di Indonesia maupun di berbagai negara lain.

Film itu merupakan hasil ko-produksi Indonesia-Jerman antara Aftersun Creative dan Madfilm dengan mayoritas kru berasal dari Indonesia dan seluruh proses pengambilan gambar dilakukan di Yogyakarta.

“Vaterland” melakukan pemutaran perdana dunia pada 19 Mei 2026 dalam kompetisi resmi Cannes Critics’ Week sebelum akhirnya meraih penghargaan dari CANAL+, jaringan televisi dan distribusi film asal Prancis.

Kehadiran Annisa Adjam bersama produser Bagus Suitrawan di Cannes disebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional bagi film independen Indonesia.

Cannes Critics’ Week dikenal sebagai program paralel di Festival Film Cannes yang berfokus pada karya sutradara pendatang baru dan kerap menjadi batu loncatan bagi sineas muda di industri perfilman dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Daerah
Enam Perusahaan Dicurigai T...

Puluhan Ribu Warga Sumsel Derita Napas Akut Akibat Karhutla

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Puluhan Ribu Warga Sumsel D...
Daerah
Pembayaran Parkir Gunakan Q...
Megapolitan
BUMD IPO, Saham Pemprov Tet...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.