Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah-DPR Sepakati Asumsi Makro 2027, Ekonomi RI Dihadapkan pada Tantangan Berat

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah-DPR Sepakati Asumsi Makro 2027, Ekonomi RI Dihadapkan pada Tantangan Berat Doc: ANTARA/HO-Kementerian Keuangan.
Ket. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) usai Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

JAKARTA – Pemerintah dan DPR telah menyepakati sejumlah asumsi dasar ekonomi makro, sasaran pembangunan, serta indikator pembangunan sebagai pijakan RAPBN 2027.

Kesepakatan ini menjadi sinyal penting mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan domestik.

Selanjutnya, angka-angka tersebut akan menjadi acuan dalam merancang belanja negara, menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus mendorong pencapaian target pembangunan tahun depan.

Pemerintah dan DPR menyepakati asumsi dasar ekonomi makro, sasaran pembangunan, dan indikator pembangunan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2027.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (2/9), menyatakan pemerintah akan menindaklanjuti dan mempedomani seluruh masukan, pandangan, dan saran serta kesepakatan yang dicapai untuk penyempurnaan kebijakan dalam penyusunan arsitektur RAPBN 2027.

Untuk asumsi makro, pertumbuhan ekonomi disepakati sebesar 6,0 persen (year-on-year/yoy) pada 2027. Kemudian, inflasi ditargetkan sebesar 2,5 persen (yoy), nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, dan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun sebesar 6,9 persen.

Selanjutnya, sasaran dan indikator pembangunan yang disepakati yaitu tingkat kemiskinan sebesar 6,0-6,5 persen; tingkat pengangguran terbuka 4,30-4,87 persen; indeks modal manusia 0,575; indeks kesejahteraan petani 0,8083; dan indeks nilai tukar petani 126-128.

Target indeks nilai tukar nelayan ditetapkan sebesar 106-110; proporsi penciptaan lapangan kerja formal 40,81 persen, penciptaan lapangan kerja baru 2,57-3,49 juta orang; GNI per kapita 5.800-5.840 dolar AS; GNI per kapita Rp98,54-99,22 juta; dan indeks kualitas lingkungan hidup 76,84.

Berbagai target indikator tersebut masih dalam rentang yang sama sebagaimana yang dicantumkan dalam Nota Keuangan RAPBN 2027.

Sementara itu, tingkat kemiskinan ekstrem dan indeks rasio gini mengalami perubahan. Tingkat kemiskinan ekstrem disepakati sebesar 0-0,5 persen dari sebelumnya 0 persen. Sedangkan indeks rasio gini disepakati 0,360-0,365 dari sebelumnya 0,362-0,367.

Purbaya menyampaikan apresiasi kepada Komisi XI DPR RI atas dukungan yang solid dalam serangkaian pembahasan asumsi dasar ekonomi makro RAPBN Tahun 2027 yang berjalan dinamis dan konstruktif.

Diskusi itu disebut menghasilkan komitmen yang kuat untuk mendorong arah kebijakan fiskal tahun 2027 yang makin efektif untuk akselerasi pertumbuhan dan kesejahteraan.

“Semoga seluruh ikhtiar, pemikiran, dan kerja bersama yang telah kita lakukan menjadi bagian dari upaya besar untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kebayoran...
Ekonomi
 Petani Gunakan Plastik Mul...

Erdogan Minta Hak Veto DK PBB Dihapus Total

57 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Erdogan Minta Hak Veto DK P...
Luar Negeri
Kenapa Indonesia Berharap C...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.