Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NASA: Fenomena Venus Bersinar Terang hingga “Harvest Moon” Hiasi Langit September

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 18:50 WIB | Oleh:
NASA: Fenomena Venus Bersinar Terang hingga “Harvest Moon” Hiasi Langit September  Doc: NASA

JAKARTA - NASA membagikan sejumlah fenomena langit yang dapat diamati sepanjang September 2026. Mengutip laman resminya, Rabu (2/8), pengamat langit dapat menyaksikan pertemuan Bulan dengan sejumlah objek langit.

Selain itu, Venus dan Harvest Moon juga dapat diamati pada waktu tertentu. Pada 14 hingga 20 September, Bulan dapat digunakan sebagai panduan untuk menemukan Antares dan gugus bintang Teapot.

Pengamatan dapat dilakukan sekitar satu jam setelah Matahari terbenam dengan mengarahkan pandangan ke arah selatan. Adapun, Antares merupakan bintang berwarna kemerahan yang menandai bagian tengah rasi Scorpius.

Sementara itu, Teapot merupakan kelompok bintang di rasi Sagittarius yang tampak menyerupai bentuk teko. Di bawah kondisi langit yang gelap, pengamat juga berpeluang melihat bagian pusat Galaksi Bima Sakti.

Area tersebut tampak seperti kabut yang seolah-olah keluar dari bagian cerat Teapot.

Pada 18 September, Venus akan mencapai tingkat kecerlangan maksimumnya untuk penampakan malam. Planet tersebut akan terlihat di langit barat, tidak lama setelah Matahari terbenam, sebagai titik cahaya di atas cakrawala.

Selanjutnya, 19 September diperingati sebagai International Observe the Moon Night. Kemudian, 22 September menjadi waktu terjadinya ekuinoks September.

Peristiwa ini menandai awal musim gugur di Belahan Bumi Utara dan awal musim semi di Belahan Bumi Selatan. Saat ekuinoks berlangsung, Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa.

Hal ini membuat durasi siang dan malam relatif hampir sama di berbagai wilayah Bumi. Pada 26 September, Harvest Moon akan menjadi salah satu fenomena utama.

Bulan purnama tersebut akan terbit di arah timur tidak lama setelah Matahari terbenam. Bulan juga akan tampak berdekatan dengan Saturnus serta Neptunus.

Saturnus dapat diamati dengan mata telanjang, sementara Neptunus yang jauh lebih redup membutuhkan bantuan teropong atau teleskop. Kondisi langit yang gelap dan cuaca yang mendukung akan meningkatkan peluang untuk mengamati planet tersebut. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.