Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Ogah Anak-Anak Kesepian, Program Pendidikan Baru Mulai Diterapkan

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 18:52 WIB | Oleh:
Jepang Ogah Anak-Anak Kesepian, Program Pendidikan Baru Mulai Diterapkan Doc: AFP/YOSHIKAZU TSUNO/GETTY IMAGES

TOKYO - Peneliti Jepang mengembangkan program pendidikan baru untuk membantu mengatasi masalah kesepian dan isolasi sosial di kalangan anak, sekaligus mengubah pandangan anak terhadap kesendirian.

Para ahli mengatakan mengalami isolasi sosial dan kesepian selama masa remaja kerap dikaitkan dengan depresi, bunuh diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial, sehingga meningkatkan risiko masalah kesehatan mental di kemudian hari.

Program yang dikembangkan tim peneliti dari University of Tsukuba, Hirosaki University, dan Toyo Gakuen University tersebut melihat bahwa siswa sekolah menengah pertama yang mengikuti program menunjukkan penurunan gejala depresi dan peningkatan kemampuan meminta bantuan.

Program yang dinamakan "e-Bocchi", atau Education for Boosting Communication and Confidence for Healthy Independence (Pendidikan untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Kepercayaan Diri demi Kemandirian yang Sehat) itu, terdiri atas tiga sesi masing-masing selama 50 menit.

Dalam seluruh sesi tersebut, siswa mempelajari stigma dan sisi positif dari kesendirian, pentingnya hubungan antarmanusia, serta cara menikmati waktu seorang diri dan mencari bantuan dari orang lain.

Program tersebut melibatkan kegiatan kelompok dan bermain peran yang difasilitasi oleh guru, serta menggunakan berbagai materi seperti video. Untuk membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak, program ini memperkenalkan empat karakter beruang, termasuk Koko, yang menikmati isolasi sosial tetapi akan mencari bantuan ketika membutuhkan, dan Kodokun, yang memandang kesendirian secara negatif.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti menganalisis respons siswa sebelum dan setelah program tersebut diterapkan di sejumlah sekolah menengah pertama di Jepang. Hasilnya menunjukkan bahwa gejala depresi dan perasaan kesepian menurun, sementara harga diri dan kemampuan mencari bantuan meningkat.

Program tersebut diharapkan tersedia di seluruh Jepang sekitar tahun fiskal 2027.

"Jika (siswa) dapat mengubah pandangan bahwa mereka harus bergaul dengan semua orang dan memandang kesendirian secara positif, hal ini akan membantu mencegah masalah kesehatan mental dan fisik," kata Hirokazu Tachikawa, profesor psikiatri di University of Tsukuba.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 14 Ok...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.