Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LD FEB UI dan Kredivo Group Kaji Dampak Kredit Digital terhadap Ekonomi Indonesia

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 18:52 WIB | Oleh:
LD FEB UI dan Kredivo Group Kaji Dampak Kredit Digital terhadap Ekonomi Indonesia Doc: Kredivo
Ket. Pengguna ponsel sedang mengakses aplikasi teknologi finansial. LD FEB UI dan Kredivo Group akan merilis studi dampak kredit digital terhadap inklusi keuangan, UMKM, perilaku finansial, dan ekonomi Indonesia.

JAKARTA – Perkembangan layanan kredit digital di Indonesia dalam satu dekade terakhir tidak hanya mengubah cara masyarakat memperoleh pembiayaan, tetapi juga mulai memengaruhi perilaku finansial dan aktivitas ekonomi. Namun, pembahasan mengenai industri tersebut selama ini lebih banyak menyoroti pertumbuhan bisnis dan risiko utang konsumtif.

Untuk memperluas perspektif mengenai dampak kredit digital, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) bersama Kredivo Group akan menerbitkan Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo pada 10 September 2026.

Studi tersebut akan mengkaji kontribusi layanan PayLater Kredivo dan Pinjaman Tunai dari KrediFazz terhadap sejumlah aspek, mulai dari perluasan akses kredit, perilaku finansial masyarakat, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga aktivitas ekonomi secara lebih luas.

Kajian ini hadir di tengah masih besarnya kesenjangan akses pembiayaan di Indonesia. Data yang menjadi bagian dari materi studi menunjukkan kepemilikan rekening bank meningkat dari 36% menjadi 56% dalam 10 tahun terakhir. Namun, penetrasi kredit formal justru menurun dari 18% pada 2017 menjadi 15% pada 2024.

Pada sektor UMKM, kesenjangan pembiayaan nasional disebut masih mencapai Rp1.290 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kebutuhan pembiayaan yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh layanan keuangan konvensional.

Mengukur Dampak Kredit Digital

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan, penelitian ini dilakukan untuk memberikan perspektif berbasis bukti mengenai peran kredit digital dalam perekonomian Indonesia. Pertumbuhan industri kredit digital perlu dilihat tidak hanya melalui indikator bisnis, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.

“Di tengah pertumbuhan industri yang pesat dan diskursus publik yang berkembang, perspektif berbasis bukti menjadi penting untuk melihat bagaimana kredit digital benar-benar bekerja dalam konteks sosial ekonomi Indonesia,” ujar Paksi melalui keterangannya pada Rabu (2/9/2026).

Ia menilai ketika layanan kredit digital telah digunakan secara luas, dampaknya perlu dikaji dari berbagai aspek, termasuk bagaimana layanan tersebut memengaruhi aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat. Studi LD FEB UI dan Kredivo Group tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian melibatkan ratusan pengguna serta puluhan pelaku UMKM yang tersebar di berbagai provinsi. Analisis penelitian juga menggunakan data internal Kredivo serta sejumlah data sekunder sebagai bahan pendukung.

Lebih dari Separuh Kredit Digunakan untuk Kebutuhan Produktif

Sejumlah temuan awal dalam studi menunjukkan penggunaan kredit digital mulai semakin beragam. Pada 2025, sekitar 54% kredit yang disalurkan melalui Kredivo masuk dalam kategori produktif. Pemanfaatan tersebut mencakup sejumlah kebutuhan, antara lain modal usaha, renovasi rumah, pendidikan, dan kesehatan.

Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa kredit digital tidak semata-mata digunakan untuk pembelian barang konsumsi. Sebagian pembiayaan juga diarahkan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan produktif maupun kebutuhan rumah tangga jangka panjang.

Dari perspektif inklusi keuangan, studi tersebut juga menemukan bahwa satu dari enam pengguna aktif Kredivo pada 2025 merupakan pengakses kredit pertama. Kelompok pengguna tersebut banyak berasal dari segmen yang selama ini relatif kurang terjangkau layanan kredit formal.

Sekitar 48% merupakan perempuan dan 57% berusia di bawah 30 tahun. Data ini menjadi salah satu indikator yang akan dikaji lebih lanjut dalam laporan untuk melihat kontribusi kredit digital terhadap perluasan akses pembiayaan.

Kredit Digital dan Akses Pembiayaan UMKM

Dampak terhadap sektor UMKM juga menjadi salah satu fokus penelitian. Dalam temuan awal, sekitar 97% penerima pinjaman modal usaha merupakan pelaku usaha mikro. Sementara itu, sekitar 40% di antaranya disebut memperoleh akses kredit formal pertama melalui Kredivo. Data ini menunjukkan adanya peran layanan kredit digital dalam menjangkau pelaku usaha dengan skala bisnis yang relatif kecil.

Bagi kelompok tersebut, akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kebutuhan modal dan pengembangan usaha. Namun, studi yang akan dipublikasikan nantinya akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai bagaimana pembiayaan tersebut digunakan dan dampaknya terhadap aktivitas usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

BINUS University Kembali Gelar Jakarta Game Fest 2026 

34 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
BINUS University Kembali Ge...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Akan Sia...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.