Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu AS: Tiongkok Halangi Komunike G-20 Terkait Perselisihan Perdagangan yang Tidak Seimbang

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Menkeu AS: Tiongkok Halangi Komunike G-20 Terkait Perselisihan Perdagangan yang Tidak Seimbang Doc: AFP
Ket. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dirinya melakukan beberapa pertukaran informasi secara “terbatas” mengenai kecerdasan buatan (AI) dengan perwakilan Tiongkok dalam pertemuan G20.

Asheville – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan Tiongkok menjadi pihak yang menghambat Kelompok 20 (G20) mencapai kesepakatan untuk menerbitkan komunike bersama setelah pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral pekan ini.

Menurut Bessent, perbedaan pandangan tersebut terutama berkaitan dengan besarnya surplus perdagangan Tiongkok yang dinilai tidak berkelanjutan dan berdampak terhadap perekonomian global.

“Negara dengan surplus neraca transaksi berjalan terbesar dan tidak berkelanjutan di dunia, Republik Rakyat Tiongkok, adalah pihak yang berbeda pendapat,” kata Bessent dalam konferensi pers seusai pertemuan G20 di Asheville, North Carolina, Selasa (1/9).

“Perekonomian non-pasar yang terus-menerus menghasilkan ekspor murah tanpa henti bukanlah hal yang berkelanjutan,” ujarnya.

Akibat perbedaan tersebut, negara-negara G20 kembali tidak mengeluarkan komunike bersama. Sebagai gantinya, pertemuan menghasilkan pernyataan dari ketua G20, sebagaimana yang telah menjadi praktik sejak negara-negara anggota berbeda pandangan mengenai invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Dalam pernyataan tersebut, negara-negara dengan surplus eksternal yang berlebihan dan terus-menerus diminta menghilangkan berbagai distorsi yang membatasi konsumsi domestik dan membuat perekonomian terlalu bergantung pada ekspor untuk mendorong pertumbuhan.

“Kebijakan dan praktik ini mengakibatkan dampak negatif yang meluas ke pasar global, regional, dan domestik serta meningkatkan ketergantungan ekonomi,” demikian pernyataan ketua G20 yang dirilis Departemen Keuangan AS.

Bessent mengatakan 19 negara anggota G20 mendukung pernyataan ketua tersebut.

Departemen Keuangan AS merilis pernyataan itu tidak lama setelah Bessent menyampaikan keterangannya kepada media.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan Tiongkok secara khusus menolak sejumlah paragraf yang membahas kelancaran arus kapal melalui Selat Hormuz, pembentukan gugus tugas untuk mempelajari dan mengurangi ketidakseimbangan perdagangan, kewenangan Dana Moneter Internasional (IMF) dalam mengawasi ketidakseimbangan perdagangan, serta ketentuan mengenai restrukturisasi utang.

Tiongkok mencatatkan surplus perdagangan sekitar 1,2 triliun dolar AS pada 2025. Bessent menjadikan persoalan tersebut sebagai salah satu prioritas utama dalam pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20.

Di sisi lain, berdasarkan data Biro Analisis Ekonomi AS, Amerika Serikat mencatat defisit perdagangan sekitar 200 miliar dolar AS terhadap Tiongkok pada 2025.

AS-Tiongkok Bahas AI

Di tengah ketegangan perdagangan, Bessent mengatakan dirinya tetap melakukan pertukaran informasi secara terbatas mengenai kecerdasan buatan (AI) dengan perwakilan Tiongkok dalam pertemuan G20.

Namun, Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng yang selama ini menjadi mitra utama Bessent tidak menghadiri pertemuan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Luar Negeri
Uni Afrika Kutuk Keras Kude...

Kemendag Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemendag Dorong UMKM Tembus...
Advertisement
Desil 1 Otomatis Diterima Kerja di Jobfair Karawang

Desil 1 Otomatis Diterima Kerja di Jobfair Karawang

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.