Warga Singkawang Diharpkan Aktif Membantu Sensus Ekonomi
📅 Minggu, 28 Jun 2026, 22:59 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SINGKAWANG – Hasil sensus ekonomi sangat penting sebagai data pembangunan. Untuk I tu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengajak seluruh masyarakat memberikan data yang benar dan akurat kepada petugas Badan Pusat Statistik (BPS) saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. “Hasil pendataan itu menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah,” tutur Tjhai.
Menurut dia, keberhasilan sensus sangat bergantung pada dukungan masyarakat serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga aparatur di tingkat kelurahan dan rukun tetangga.
"Camat dan lurah tahu dengan kondisi warganya. Tolong kawal, temani, buka jalan. Kalau ada yang curiga, jelaskan ini program negara, bukan pajak," kata Tjhai Chui Mie di Singkawang, Minggu.
Ia menegaskan camat, lurah, dan ketua RT memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran pelaksanaan sensus melalui koordinasi, pendampingan petugas di lapangan, serta sosialisasi kepada masyarakat.
Menurut dia, data ekonomi yang akurat akan menjadi landasan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, pengembangan usaha, peningkatan investasi, hingga penyaluran program bantuan agar lebih tepat sasaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, ia berharap seluruh masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya sehingga data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi di Kota Singkawang.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Singkawang Yanuar Lestariadi mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan dalam dua tahapan.
Tahap pertama berupa pengisian kuesioner secara mandiri oleh usaha menengah dan besar yang berlangsung pada 1 Mei hingga 30 Juni 2026. Selanjutnya, tahap kedua berupa pendataan lapangan secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door yang dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. "Untuk kegiatan pendataan lapangan, kami mengerahkan sebanyak 197 petugas sensus," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan seluruh petugas akan menggunakan rompi hitam berlogo BPS, dilengkapi tanda pengenal serta surat tugas resmi sehingga mudah dikenali masyarakat.
Selain itu, proses pendataan dilakukan secara digital menggunakan aplikasi pada telepon genggam sehingga tidak lagi bergantung pada formulir kertas. Setiap rumah yang telah didata juga akan dipasangi stiker sebagai tanda telah mengikuti sensus.
Yanuar mengatakan sensus ekonomi merupakan pendataan ekonomi terbesar dan paling komprehensif di Indonesia yang diselenggarakan BPS setiap 10 tahun sekali.
Menurut dia, pelaksanaan tahun 2026 merupakan sensus ekonomi kelima sejak pertama kali dilaksanakan pada 1986, kemudian berlanjut pada 1996, 2006, 2016, dan kini 2026.
"Hasil sensus ini akan menghadirkan data ekonomi yang terkini, akurat, dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional maupun daerah," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!