Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Klaim Fundamental Ekonomi Kuat, Membuat Rupiah Apresiasi

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 10:50 WIB | Oleh:
Klaim Fundamental Ekonomi Kuat, Membuat Rupiah Apresiasi Doc: ist
Ket. bakal menguat

JAKARTA – Nilai tukar rupiah diperkirakan akan menguat karena didukung fundamental ekonomi Indonesia yang tetap terjaga. Menurut Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen (year-on-year). “Ini lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 5,10 persen, meskipun sedikit lebih rendah dari pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 5,61 persen," ucapnya, Jumat.

Data tersebut dinilai mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang masih solid di tengah ketidakpastian global. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis cadangan devisa (cadev) Indonesia bulan Juli pada hari ini sebagai indikator kemampuan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Melihat dari sisi global, rupiah memperoleh dukungan dari pelemahan dolar AS setelah data ADP Employment dan ISM Services PMI Amerika Serikat dirilis lebih lemah dari ekspektasi pasar, sehingga meningkatkan ekspektasi Federal Reserve takkan terburu-buru memperketat kebijakan moneter.

Sentimen pasar juga membaik seiring kemajuan diplomatik antara Iran dan Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz yang mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.

Kendati demikian, pelaku pasar masih cenderung menunggu rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS, terutama laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari ini, yang diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah melalui perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

"Rupiah diperkirakan masih berpeluang bergerak menguat dalam jangka pendek didukung oleh pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih baik dari perkiraan serta pelemahan dolar AS di pasar global. Namun, ruang penguatan diperkirakan tetap terbatas karena pelaku pasar akan mencermati rilis cadangan devisa Indonesia dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar," ungkap Amru.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi berada di sekitar Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.