Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Bekasi dan Rombongan ke Tiongkok, Belajar Olah Sampah Jadi Listrik

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 11:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wali Kota Bekasi dan Rombongan ke Tiongkok, Belajar Olah Sampah Jadi Listrik Doc: ANTARA
Ket. Timbunan sampah di TPA Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, melakukan kunjungan kerja dalam rangka studi tiru pengolahan sampah menjadi listrik ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Wangneng Environment di Huzhou, Tiongkok.

Rombongan bertolak ke Tiongkok hari ini dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi bersama jajaran Komisi II, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, serta perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang.

"Kunjungan dilakukan dalam rangka mempelajari secara langsung teknologi pengolahan sampah yang akan diterapkan pada proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi," kata Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih menjelang keberangkatan di Bekasi, Jumat (26/6).

Kiswatiningsih mengatakan kunjungan ini dilakukan agar para pemangku kepentingan dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi waste to energy beroperasi, mulai dari proses penerimaan sampah, pengolahan, pengendalian emisi, hingga pemanfaatan menjadi energi listrik.

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari tahapan persiapan menjelang pembangunan fisik PSEL Kota Bekasi yang saat ini terus dipercepat dan seluruh biaya kegiatan ditanggung Wangneng Environment selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) yang telah ditetapkan dalam Proyek PSEL Kota Bekasi.

"Pembiayaan kunjungan sepenuhnya ditanggung oleh Wangneng sebagai BUPP sehingga tidak membebani keuangan daerah," ucapnya.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan pembangunan PSEL bukan sekadar menghadirkan fasilitas pengolahan sampah modern tetapi menjadi bagian dari transformasi besar kawasan Bantargebang.

Selama puluhan tahun kawasan tersebut dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah terbesar di Indonesia. Ke depan Pemkot Bekasi ingin mengubah stigma tersebut menjadi kawasan yang identik dengan inovasi lingkungan dan ekonomi hijau.

"Kami ingin mengubah stigma masyarakat terhadap Bantargebang. Tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat inovasi lingkungan hidup yang mampu mengubah sampah menjadi energi, membuka peluang ekonomi bar,u dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," ucapnya.

Pemkot Bekasi juga tengah mendorong pengembangan industri turunan berbasis ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah menjadi energi.

"Kami membayangkan Bantargebang ke depan berkembang menjadi kawasan ekonomi lingkungan. Ada PSEL yang menghasilkan energi listrik, ada industri pengolahan FABA yang menghasilkan produk bernilai ekonomi, ada aktivitas riset dan inovasi lingkungan, sehingga manfaatnya tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar," jelasnya.

Pemkot Bekasi berharap melalui pembangunan PSEL dan pengembangan industri pendukungnya, Bantargebang dapat menjadi contoh transformasi kawasan lingkungan yang berhasil mengubah tantangan menjadi peluang pembangunan berkelanjutan.

Pihaknya menargetkan tahapan groundbreaking Program PSEL dapat dilaksanakan pada awal Juli 2026 dan direncanakan peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.