Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ribuan Warga Aceh Jadi Pekerja Migran, Tantangan Ekonomi Daerah Mengemuka

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 21:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ribuan Warga Aceh Jadi Pekerja Migran, Tantangan Ekonomi Daerah Mengemuka Doc: ANTARA FOTO/Akramul Muslim
Ket. Calon pekerja migran Indonesia mengikuti tes kemampuan bahasa Jepang di Kantor Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Aceh, Banda Aceh, Aceh, Jumat (19/6/2026).

BANDA ACEH – Pekerja migran Indonesia merupakan salah satu pilar penting perekonomian nasional melalui kontribusi devisa dan peningkatan kesejahteraan keluarga di daerah asal.

Namun, optimalisasi manfaat ekonomi tersebut harus diimbangi dengan penguatan tata kelola penempatan, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta perlindungan hukum yang memadai di negara tujuan.

Di tengah persaingan pasar tenaga kerja global, peningkatan kualitas keterampilan dan sertifikasi menjadi faktor utama untuk memperluas akses pada pekerjaan yang lebih layak, berupah tinggi, dan memiliki perlindungan yang lebih baik.

Dengan demikian, pekerja migran tidak hanya menjadi sumber devisa, tetapi juga aset strategis dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat internasional.

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh mencatat sebanyak 2.485 warga Aceh menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) dalam kurun waktu empat tahun terakhir sejak 2023 hingga Juni 2026, tertinggi ke Malaysia.

"Pekerja migran asal Aceh dalam tiga tahun terakhir 2023-2025 sebanyak, 2.254 orang, dan tahun ini sampai bulan Juni 2026 tercatat layanan penempatan BP3MI Aceh sebanyak 231 orang," kata Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah, di Banda Aceh, Jumat (26/6).

Jumlah pekerja migran asal Aceh tersebut dilihat berdasarkan data penempatan yang tercatat di Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).

Siti menyebutkan, untuk penempatan PMI Aceh tersebut tertinggi ke Malaysia sebanyak 1.329 orang, kemudian Brunei Darussalam 314, Arab Saudi 231, Jepang 188, Taiwan 35, Qatar 27, Singapura 20, dan Korea Selatan 18 orang.

Secara kawasan, sementara ini mereka yang bekerja di Asia dan Afrika 1.921 orang, Eropa dan Timur Tengah 324, serta Amerika dan Pasifik sembilan orang, dengan profesi yang berbeda-beda.

"Pada umumnya, PMI asal Aceh tersebut rata-rata bekerja di Industri manufaktur, konstruksi, perkebunan dan bidang kesehatan seperti perawat," ujarnya lagi.

Siti menjelaskan, sebelum PMI ditempatkan ke negara tujuan, mereka terlebih dahulu diwajibkan mengikuti pembekalan atau orientasi pra pemberangkatan.

Mereka diberikan pembelajaran mengenai peraturan hukum, kondisi adat, budaya negara penempatan, hak-hak pekerja migran, dan tata cara pelaporan diri jika mendapat kendala, permasalahan semasa bekerja di luar negeri.

"Termasuk pembelajaran layanan, alamat Perwakilan RI di negara penempatan, serta bahaya penggunaan obat-obatan terlarang, radikalisme dan HIV/AIDS dan literasi keuangan PMI," katanya.

Dalam kesempatan ini, dirinya juga mengimbau masyarakat Aceh yang ingin bekerja di luar negeri, agar mempersiapkan diri dari sisi keterampilan kerja, bahasa asing serta menempuh jalur resmi sesuai ketentuan pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.